08 Juni 2022

Meutya Hafid Ajak Content Creator Milenial Tingkatkan Kemampuan Literasi Media

Berita Golkar - Generasi muda sebagai pengguna media sosial (medsos) terbesar harus memiliki kemampuan literasi media sosial supaya bisa menjadi pendorong bermedia sosial dengan baik. Demikian mengemuka dalam webinar “Ngobrol Bareng Legislator” bertajuk Tren Konten Kreatif di Era Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) diikuti 200 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan dan praktisi humas Aya Nabila sebagai narasumber.

“Literasi sosial mengapa menjadi penting, karena masyarakat saat ini sudah masuk dalam tahapan masyarakat informasi, dimana kebutuhan akan informasi menjadi hal yang utama,” kata Meutya Hafid.

Baca Juga: Muhammad Fauzi Tagih Komitmen Kemenhub Realisasi Kargo Darat Masamba-Rampi-Seko

Di samping itu, perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan perkembangan teknologi yang pesat dan hadirnya media baru menuntut seseorang untuk bisa memiliki kemampuan literasi yang berbeda dari biasanya.

Menurut Meutya Hafid, profesi content creator di Indonesia saat ini sangat masif, apalagi Indonesia merupakan negara dengan salah satu pengguna internet terbesar di dunia.

“Content creator seperti selebgram, youtuber, beauty vlogger di Indonesia saat ini sangat masif, para pembuat konten ini bisa memberikan hasil pemikirannya yang kreatif dan inovatif untuk mengeksplorasi berbagai produk dan jasa yang beragam,” terangnya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Ungkap 5 Krisis yang Mengancam Dunia

Di tempat yang sama, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan kehadiran pandemi Covid-19 di tengah pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas dan bekerja. “Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan di masyarakat inilah yang mempertegas bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi,” ujarnya.

Untuk menghadapi hal tersebut, lanjut Semuel, dibutuhkan kerja sama masyarakat dalam mewujudkan agenda transformasi digital di Indonesia. Salah satu pilar penting terwujudnya agenda transformasi digital adalah menciptakan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital menjadi salah satu peranan penting di dalamnya.

Sementara itu, praktisi humas, Aya Nabila mengatakan 58,3 persen perusahaan sudah benyak mengotomasi pekerjaan manual dengan teknologi. “Dimana 40 persen reskilling untuk adaptasi dengan digital dan dunia IT,” ujarnya.

Baca Juga: Nusron Wahid: Garuda Kehilangan Potensi Pendapatan Akibat Diskriminasi Kebijakan Kepabeanan

Menurut Aya Nabila, peningkatan jumlah konten kreator di aicialbuzz selama pandemi naik sebesar 300 persen dimana hal itu didominasi oleh usia gen Z milienial muda. “Ada 5 yang menjadi top konten, yakni lifestyle, fashion beauty, travel dan kuliner,” jelasnya. {realitarakyat}

fokus berita : #Meutya Hafid