08 Juni 2022

Hamka B Kady Apresiasi Langkah Kemenhub Incar PNBP Rp.8 Triliun

Berita Golkar - Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan merestrukturisasi dan optimalisasi anggaran tahun 2023. Yang menjadi sorotan Hamka B Kady adalah pagu indikatif Kemenhub dimana target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai lebih dari Rp 8 triliun.

“Saya memberi penghargaan kepada Menteri Perhubungan atas pencapaian PNBP selama dua tahun terakhir. Walaupun pandemi cukup berat, tapi Pak Menteri mampu menerima PNBP cukup tinggi. Ini patut diapresiasi,” kata Hamka B Kady dalam rapat kerja dengan Menteri Perhubungan tentang pembicaraan pendahuluan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kemenhub dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2023, di Ruang Rapat Komisi V, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga: Sarmuji Ingatkan Pemerintah Agar Harga Tiket Candi Borobudur Terjangkau Masyarakat Luas

Hanya saja kata Politisi Golkar asal Sulawesi Selatan itu, harus didalami cara memperoleh rencana penerimaan PNBP senilai lebih dari Rp 8 triliun tersebut. “Ayo kita sama-sama pikirkan. Masih banyak potensi penerimaan PNBP dari laut, udara, maupun darat. Investasi sekian tahun ini juga harus menghasilkan PNBP,” ujarnya.

Hamka yang juga duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu melanjutkan, baru-baru ini Banggar DPR menyetujui penambahan anggaran Rp 427 triliun. Sementara penambahan PNBP dari kementerian dan lembaga sebanyak Rp 186 triliun termasuk di dalamnya ada andil Kementerian Perhubungan. Sayangnya, anggaran tersebut tidak dilarikan untuk penambahan anggaran di Kementerian Perhubungan.

“Ke depan kita harus berpikir lebih keras lagi bagaimana penerimaan PNBP ini bisa lebih besar dari tahun ke tahun yang diperoleh Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Baca Juga: Mulia Asri Rambe Prihatin Kebocoran PAD di PUD Pasar Kota Medan Sangat Tinggi

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pemaparannya di hadapan Komisi V DPR akan terus berupaya mengintensifkan pendanaan kreatif non APBN dan menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur transportasi nasional.Upaya tersebut perlu dilakukan, agar konektivitas antar wilayah di Indonesia dapat terus berjalan di tengah keterbatasan fiskal negara.

Menhub mengungkapkan, indikator ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2022 mampu tumbuh sebesar 5,01% (year on year), atau lebih baik dari sejumlah negara lain membuat pemerintah harus melakukan antisipasi dengan melakukan efisiensi anggaran pada tahun 2023.

Data 5 tahun terakhir, menunjukkan gap yang cukup besar antara pagu kebutuhan dengan alokasi yang diberikan kepada Kemenhub.Pada tahun 2023, pagu kebutuhan Kemenhub sebesar Rp. 73,8 triliun, sementara pagu indikatif yang dialokasikan sebesar Rp. 33,02 triliun atau terdapat selisih/gap sebesar Rp. 40,78 triliun.

Baca Juga: Mukhtarudin Dukung Percepatan Pengadaan Pembangkit Listrik di Wilayah 3T

Gap yang ada ini harus dikreasikan dari pendanaan kreatif (non APBN). Beberapa pendekatan yang melibatkan pihak swasta telah kami lakukan untuk mengembangkan infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara,” ujar Menhub.

Menhub mengatakan, sampai saat ini peran swasta baik nasional maupun internasional dalam pembangunan infrastruktur transportasi makin baik. Upaya membuka peluang kerja sama internasional dengan sejumlah negara telah dilakukan seperti dengan Jepang, Korea, dan sejumlah negara di eropa.

Selain mengintensifkan pendanaan kreatif dan mendorong peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU), penentuan skala prioritas pembangunan juga harus dilakukan.

Baca Juga: Next Dadang Hemeto, Figur Tepat Lanjutkan Kepemimpinan Nelson Pomalinggo di Kabgor

Menhub menjelaskan, fokus dan kebijakan penyusunan anggaran dan belanja tahun 2023 diarahkan pada: proyek-proyek yang sedang berjalan (pemenuhan target RPJMN, Major Project, dan Direktif seperti: PSN, Perpres, dan Kegiatan Prioritas), mengakomodasi usulan Musrenbangnas, peningkatan kualitas keselamatan dan pelayanan, mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri, serta mendukung persiapan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). {fajar}

fokus berita : #Hamka B Kady