11 Juni 2022

Sekretaris Golkar NTT, Inche Sayuna: Masyarakat Perlu Selektif Berikan Data Diri Jelang Pemilu

Berita Golkar - Masyarakat NTT diminta untuk selektif memberikan data diri kependudukan kepada siapapun. Pada situasi jelang pemilu ini, data kependudukan perlu dilindungi dengan baik. Masyarakat perlu memahami tujuan dari permintaan data kependudukan itu.

"Kepada masyarakat NTT dihimbau agar berhati-hati menyerahkan dokumen kependudukannya. Harus paham dengan jelas tujuan peruntukannya. Jika digunakan untuk kepentingan parpol tertentu maka masyarakat harus mengenal dengan baik platform partainya, anggaran dasar partainya sehingga bisa menyalurkan aspirasinya secara tepat dan benar," jelas sekretaris DPD partai Golkar NTT, Inche Sayuna, Jumat 10 Juni 2022.

Mengenai partai politik (parpol) bodong, wakil ketua DPRD NTT itu menyebut, istilah itu dilekatkan bagi partai yang hanya punya papan nama, tapi tak punya pengurus apalagi anggota. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu telah menetapkan syarat yang cukup ketat tentang persyaratan administrasi yang harus diikuti oleh parpol untuk diikutkan sebagai parpol peserta pemilu.

Baca Juga: Bangga Prestasi Olahraga RI, Hetifah Perjuangkan Penambahan Anggaran Kemenpora

Selain berkas administrasi parpol, juga ada verifikasi vaktual. Ini sangat membantu untuk memastikan apakah parpol tersebut benar ada atau tidak. Persyaratan agar struktur partai dibentuk sampai tingkat desa dan kelurahan dan harus aktif itu menjadi penting karna banyak parpol yang hanya papan nama saja.

"Parpol tidak aktif menjalankan fungsi dan tugasnya sehingga berpotensi mengganggu praktik demokrasi di Indonesia," sebut dia.

"Kita tau parpol adalah salah satu pilar demokrasi sehingga diharapkan dapat memberi pendidikan politik yang baik bagi rakyat. Kita tunggu saja hasil verifikasi parpol oleh KPU agar kita bisa mendapatkan informasi yg jelas apakah ada atau tidaknya parpol bodong di NTT," tambah Inche.

Baca Juga: Ketua Golkar Kaltara Syarwani Ungkap Strategi dan Kunci Pemenangan Pemilu 2024

Sebagaimana diketahui bersama, beberapa kalangan memiliki keinginan untuk mendirikan partai sebagai bentuk partisipasi aktif. Menurutnya, parpol adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan partai politik antara lain rekrutmen keanggotaan parpol. Ketua DPD Partai Gerindra NTT, Esthon Foenay, menegaskan pemerintah perlu menindak tegas parpol yang tidak memiliki badan hukum jelas.

"Kita tentunya harus tetap disiplin dalam rangka membentuk organisasi-organisasi dengan parpol yang baru. Tentu ada syaratnya. Apabila nanti tim melakukan pengkajian dan penelitian sampainke tingkat basis bawa tidak ada, saya kira kita harus tetap tindak tegas," katanya, Jumat 10 Juni 2022.

Baca Juga: John Kenedy Azis Kecam Kuliner Nasi Padang Lauk Babi: Ganti Nama!

Esthon menerangkan, kehadiran parpol baru ini juga tentu menyulitkan Pemerintah dalam anggaran. Apalagi, ditengah berbagai masalah yang sedang terjadi, mestinya anggaran yang ada bisa dialokasikan ke pemenuhan kebutuhan masyarakat. Bila dengan banyak parpol, maka anggaran pesta demokrasi pun turut membengkak.

Dia menyebut, masyarakat semakin hari dewasa dalam berpikir. Sehingga, dalam menentukan hak pilihannya akan merujuk pada berbagai perkembangan. Muaranya demi sebuah kesejahteraan bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, sekretaris DPW NasDem NTT, Yusak Meok, tidak ingin mengomentari lebih jauh tentang kehadiran parpol baru ataupun lainnya. NasDem sendiri hanya ingin mengurus interal Partai. "Mohon maaf, partai NasDem lagi fokus konsolidasi internal, belum mau mengomentari parpol lain," katanya dihubungi terpisah.

Ia mengimbau, masyarakat dapat melihat kiprah Partai NasDem dalam melayani kepentingan masyarakat melalui program-program partai selama ini. Dia berharap, masyarakat bisa memilih partai NasDem pada Pemilu 2024 mendatang. {kupang.tribunnews}

fokus berita : #Inche Sayuna,