13 Juni 2022

Bamsoet Apresiasi Dukungan Dubes Singapura Atas Pembangunan Bintan International Circuit

Berita Golkar - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi dukungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia H.E Mr. Anil Kumar Nayar terhadap rencana IMI membangun Bintan International Circuit sebagai sirkuit Formula 1 di Indonesia.

Sebagaimana disampaikan H.E Mr. Anil Kumar Nayar, Singapura tidak melihat pembangunan sirkuit tersebut sebagai ancaman, justru melihatnya sebagai perkembangan yang bagus bagi kawasan.

Melalui Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Motor Sport Singapore (MSS), Indonesia dan Singapura bisa bersama-sama menyelenggarakan Formula 1 di Bintan International Circuit.

 

Baca Juga: Film Ngeri Ngeri Sedap Sukses Bikin Menko Luhut Terharu dan Menangis

Sehingga Singapura tidak lagi menutup jalan raya, mall, dan berbagai toko dengan biaya kompensasi yang sangat besar dalam menyelenggarakan Formula 1. Melalui dukungan H.E Mr. Anil Kumar Nayar, dalam waktu dekat IMI akan bertemu dengan pihak Motor Sport Singapore (MSS) untuk membahas kerjasama penyelenggaraan Formula 1 di Bintan International Circuit.

"Kegiatan motorsport di kawasan Asia saat sedang berkembang pesat, Indonesia dan Singapura punya peranan yang besar. Setelah Mr. Mohammed Ben Sulayem dari Uni Emirat Arab berhasil mencatatkan sejarah menjadi orang non-Eropa pertama yang terpilih menjadi Président Fédération Internationale de l'Automobile (FIA),

Singapura melalui Mr. Lee Lung Nien terpilih menjadi FIA Vice President (Sport) for Asia-Pacific Region. Sementara Indonesia, terpilih menjadi FIA Chairman Asia Pacific Rally Working Group yang diwakili Wakil Ketua Umum Sepeda Motor IMI Pusat Sadikin Aksa, serta Vice President FIA Region II Asia Pacific Mobility yang diwakili Wakil Ketua Umum Mobilitas IMI Pusat Rifat Sungkar," ujar Bamsoet usai menerima H.E Mr. Anil Kumar Nayar, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Senin (13/6/22).

Baca Juga: 4 Kali Insiden Gas Bocor, Maman Abdurrahman Upayakan Penyelesaian Masalah PT SMGP dengan Warga Madina

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, walaupun mulai 15 Juli 2022 nanti H.E Mr. Anil Kumar Nayar sudah menyelesaikan tugasnya sebagai Duta Besar Singapura untuk Indonesia dan selanjutnya mendapatkan amanah sebagai Duta Besar Singapura untuk Australia, beliau tetap akan membangun hubungan baik dengan Indonesia.

Termasuk telah memberikan briefing kepada calon penggantinya agar melanjutkan hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara Indonesia dengan Singapura.

"Selama 15 tahun menjadi Duta Besar Singapura untuk Indonesia pada periode 1995-2000 dilanjutkan periode 2012-2022, beliau telah memberikan banyak peran penting bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura. Kita harap penempatan beliau di Australia juga bisa semakin meningkatkan hubungan baik antara Indonesia, Singapura, dan juga Australia.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Melki Laka Lena Ingatkan Masyarakat: Jangan Lengah dan Makin Waspada

Khususnya dalam menjaga stabilitas di Laut Natuna, sehingga jangan sampai menimbulkan ketegangan yang bisa membuat dunia bergejolak. Sebagai negara yang bertetangga di Laut Natuna, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut tetap aman dan damai, tidak terpengaruh provokasi dari pihak manapun," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, pada saat H.E Mr. Anil Kumar Nayar menjabat sebagai Duta Besar Singapura untuk Indonesia, nilai investasi Singapura ke Indonesia secara umum terus mengalami peningkatan.

Dari 4,9 miliar USD pada tahun 2012 menjadi 9,3 miliar USD pada tahun 2021. Hingga kuartal pertama tahun 2022, nilai investasi Singapura sudah mencapai 3,8 miliar USD.

Baca Juga: Kenangan Seumur Hidup, Menpora Amali Hadiahi Jaket Miliknya Untuk Greysia Polii Yang Pensiun

"Sejak tahun 2010 hingga kuartal pertama tahun 2022, Singapura merupakan investor terbesar bagi Indonesia, kecuali pada tahun 2013 menduduki peringkat 2. Berkat peran beliau jugalah, Indonesia dan Singapura akhirnya berhasil menandatangani nota kesepahaman Perjanjian Ekstradisi pada 25 Januari 2022, menjadi langkah maju bagi hubungan bilateral kedua negara. Berbagai legacy yang ditinggalkan olehnya harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan oleh penggantinya," pungkas Bamsoet. {telusur}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet