14 Juni 2022

Mengenal Sosok Mohammad Saleh, Legislator Partai Golkar Asal Bengkulu

Berita Golkar - Nama Mohammad Saleh, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar periode 2019-2024 agaknya kurang terdengar gaungnya. Ia seolah tersembunyi di antara rimbunan dedaunan pohon beringin. Padahal, nama serta ketokohan Mohammad Saleh cukup besar. Ia merupakan profesional sekaligus politisi. Perjalanan karirnya pun cukup panjang dalam lingkup pengabdian.

Pria yang lahir di Bengkulu pada 10 Juli 1966 ini memiliki latar belakang pendidikan yang cukup baik. Ia menamatkan gelar sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu. Saat berkuliah di Universitas Bengkulu, ia sempat menjadi Ketua BEM Universitas Bengkulu. Dari sini dapat terlihat betapa bakat organisasi dan kepemimpinannya dimulai.

Setelah itu, Mohammad Saleh terus menapaki karir di dunia organisasi dan dunia profesional untuk mengapilkasikan ilmunya. Puncaknya pada tahun 2002, Mohammad Saleh mendirikan perusahaan dan menjadikannya dirinya sebagai Direktur Utama PT. Solite sampai dengan tahun 2013. PT. Solite hingga hari ini telah memiliki 150 outlet di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, dan dengan karyawan mencapai 16.000 orang.

Baca Juga: Puan Maharani Bakal Lantik Riswan Tony Jadi Anggota DPR RI PAW Gantikan Azis Syamsudin

Di tahun 2004, selain menjabat sebagai Dirut PT. Solite atas kapasitas dan kemampuannya ia pun diamanahi jabatan sebagai Chairman di PT. Prioritas juga hingga pada tahun 2013.

Lalu kemana Mohammad Saleh sejak tahun 2013 itu? Jawabannya adalah ia mulai berkiprah di dunia organisasi. Di tahun 2013, Mohammad Saleh mulai berkiprah sebagai pembina organisasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Di tahun yang sama, 2013, ia juga mendapatkan amanah jabatan sebagai Dewan Pembina Ikatan Mahasiswa Indonesia Bengkulu.

Di tahun 2017, ia dipilih oleh Alumni Universitas Bengkulu sebagai Ketua IKAL Universitas Bengkulu. Tahun 2017 tampaknya menjadi tahun paling sibuk bagi Mohammad Saleh, sebab di tahun 2017, ia juga mendirikan Yayasan Amal Saleh dan Bengkulu English Camp.

Baca Juga: Perombakan Kabinet, Airlangga Hartarto Siap Bekerja Sama Dengan Kader PAN Bila Masuk Kabinet

Tahun 2018, sebagai kader Nadhlatul Ulama Mohammad Saleh diamanahi jabatan sebagai Mustasyar PWNU Bengkulu. Masih di tahun 2018 ia juga ditetapkan sebagai Ketua Umum Ikatan Keluargo Jang Pat Petulai Provinsi Bengkulu (IKJPP-B) Panesehat Persatuan Mahasiswa Rejang Bengkulu Utara (PEMARBU) .

Dari latar belakangnya tersebut, dapat terlihat benang merah tentang siapa Mohammad Saleh. Pertama ia gemar berorganisasi, kedua ia selalu berkiprah di tanah kelahirannya Bengkulu, hingga namanya berkibar di Provinsi Bengkulu.

Atas kiprah dan pengabdiannya di Provinsi Bengkulu, Mohammad Saleh memberanikan diri untuk mencalonkan sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019. Nama besar dan kiprahnya untuk Bengkulu selama ini membawanya terpilih sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019 dengan mendapatkan 74.275 suara.

Baca Juga: Sarmuji Kumpulkan Pimpinan Parpol KIB di Jatim, Bahas Koalisi Pilkada?

Tidak sampai di situ, Mohammad Saleh ternyata pernah menjabat sebagai Ketua DPD RI untuk masa jabatan 2016-2017 sebagai pengganti Irman Gusman yang terjerat kasus hukum.

Hebatnya, dalam proses pemilihan Ketua DPD RI, Mohammad Saleh berhasil menyisihkan nama-nama besar yang ikut mencalonkan diri sebagai Ketua DPD RI, sebut saja Emilia Contessa (Senator asal Jawa Timur) dan Maya Rumantir (Senator asal Sulawesi Utara).

Pada proses pemilihan selanjutnya, Mohammad Saleh juga berhasil menyisihkan pimpinan DPD sebelumnya, yakni Farouk Muhammad dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas dalam menentukan ulang posisi Ketua dan Wakil Ketua. Ia unggul dengan 61 suara berdasarkan hasil voting dalam sidang paripurna luar biasa DPD.

Pada April 2018, Mohammad Saleh banting setir, dari DPD RI yang dianggap representasi daerah tanpa mengenal pengkotakan politik, ia mulai masuk ke partai politik. Partai Golkar menjadi pilihan utamanya.

Baca Juga: Dukung Revisi UU Pengelolaan Sampah, Firman Soebagyo Minta Tata Kelola Sampah Dibenahi

Saat ditanyakan mengenai mengapa dirinya memutuskan pindah haluan dari politik yang mengedepankan kepentingan daerah di DPD kemudian beralih ke politik praktis di Partai Golkar, Mohammad Saleh menjelaskan bahwa ia ingin terus mengabdi pada daerah Bengkulu utamanya dengan tujuan mensejahterakan rakyat. Mohammad Saleh pun terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar dengan meraup 66.536 suara.

“Kita harus ikut berpolitik, Sebab jabatan politik itu adalah kekuasaan. kekuasan lah yang menentukan kebijakan pemerintah bagaimana mensejahterakan rakyat sehingga nanti tercapai tujuan kemerdekaan itu yang dapat mewujudkan masyarakat yang makmur, adil dan berdaulat, Sebagai salah seorang putra asli bengkulu saya merasa ikut bertanggung jawab dengan kemajuan Provinsi Bengkulu ini, ” Jelas Mohammad Saleh.

Di DPR RI, Fraksi Partai Golkar kemudian menempatkannya di Komisi VIII DPR yang membidangi ruang lingkup tugas di bidang agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Mohammad Saleh mengaku senang dengan penugasan yang diberikan Fraksi Partai Golkar di Komisi VIII DPR. Sebab, keberadaanya di komisi ini dirasa akan memudahkannya memberi manfaat untuk masyarakat dan umat.

Baca Juga: Golkar Institute Luncurkan GITA, Aplikasi Pendidikan Politik dan Kebijakan Publik Pertama di Indonesia

Alasannya, Komisi VIII bertugas membuat regulasi, mengawasi atau mengontrol dan menentukan budget serta bisa berkoordinasi langsung dengan kementerian yang terkait dalam persoalan agama dan ibadah haji, bantuan sosial, pemberdayaan wanita dan anak, penanggulangan bencana, zakat dan wakaf.

Dan benar komitmen yang disampaikan Mohammad Saleh, selama bertugas di komisi VIII DPR, Mohammad Saleh turut aktif dalam berbagai program legislasi dan kegiatan DPR.

Mohammad Saleh aktif dalam pembahasan sampai pengesahan UU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual). Ia juga turut aktif dalam evaluasi pelaksanaan anggaran 2019, rencana program dan anggaran 2020 serta kelanjutan RUU Penanggulangan Bencana.

Mohammad Saleh juga terlibat secara aktif dalam pembahasan tindak lanjut rencana Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M, dan isu-isu aktual dan solusinya.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Janji Komisi VII DPR RI Bakal Kawal Aktivitas Pengeboran Panas Bumi PT SMGP

Dalam persoalan ibadah haji, Mohammad Saleh menginginkan masyarakat dapat mengetahui pengelolaan dana ibadah haji yang dilakukan oleh BPKH RI. Diharapkan dengan keterbukaan informasi anggaran yang dikelola BPKH, sehingga tidak ada berita hoaks terkait pengelolaan dana haji ini.

Ia juga tercatat perduli pada isu-isu perlindungan anak dan perempuan di lingkup nasional dan Bengkulu. Ia mengaku telah memperjuangkan kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak dengan mengupayakan porsi penganggaran yang lebih untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPPA RI). Selain itu pihaknya juga menjalani fungsi pengawasan terhadap kinerja Kemen PPPA hingga ke daerah.

Mohammad Saleh merupakan sosok yang unik, ia tidak terpaku ada showbiz pemberitaan. Meski begitu bukan berarti dirinya diam. Ia adalah salah satu anggota DPR RI yang paling aktif dan rajin dalam menyuarakan suara rakyat melalui berbagai gagasan. Selain itu, Mohammad Saleh juga rajin untuk turun ke daerah pemilihan dalam rangka menyerap aspirasi rakyat serta memberikan apa yang bisa dibawanya dari pusat untuk daerah tercinta, Bengkulu.

fokus berita : #Mohammad Saleh,