14 Juni 2022

Menangkan Pemilu 2024, Bujang Pendawa: Golkar Padang Pariaman Siapkan Perempuan Hebat

Berita Golkar - Sekretaris DPD Partai Golkar Padang Pariaman Bujang Pendawa memastikan kouta perempuan 30 persen dalam struktur partai dan pencalegan nantinya, bisa ditingkatkan.

"Kegiatan diskusi kesetaraan gender kerjasama anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis dan Kementerian P3A RI adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan sumber daya perempuan itu sendiri," kata dia.

Menurut dia, hanya sebagian kecil PK Golkar yang belum melengkapi struktur partai dari unsur perempuan tersebut. "Dalam pekan ini semuanya tuntas, sesuai hasil rapat sebelum diskusi," ulas mantan anggota DPRD Padang Pariaman ini.

Baca Juga: Perombakan Kabinet, Airlangga Hartarto Siap Bekerja Sama Dengan Kader PAN Bila Masuk Kabinet

Pemenuhan unsur perempuan 30 persen dalam struktur partai dan pencalegan, kata Bujang Pendawa, adalah tuntutan undang-undang, yang mesti ditaati oleh partai peserta pemilu. "Golkar Padang Pariaman menyiapkan caleg perempuan nantinya, bisa lebih dari 30 persen," ulas dia.

Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis pun menginginkan seperti demikian. "Perempuan harus setara dengan laki-laki dalam perebutan kekuasaan politik ini," kata anggota dewan asal Sungai Geringging ini.

Namun demikian, katanya, tentu butuh perempuan yang siap untuk bersaing, tak lagi punya beban rumah tangga, serta kuat dan berani untuk bersaing di medan juang. "Kita mendorong dan komit untuk ikut hal itu. Tinggal lagi, bagaimana perempuan daerah ini mampu memainkan perannya, sesuai kapasitas," ulas dia.

Baca Juga: Airlangga Minta Kader Golkar Hindari Politik Pecah Belah, Kedepankan Politik Persatuan dan Kemajua

Sementara, Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman ketika menyampaikan materi melihat, selama ini caleg perempuan hanyak pelengkap, untuk pemenuhan tuntutan aturan.

"Pengalaman saya jadi anggota KPU bersama Bupati Suhatri Bur dulunya, paling caleg perempuan ditarok di nomor tiga, enam dan sembilan," ulas Ketua Baznas Padang Pariaman ini.

Sebenarnya, melihat fakta yang ada di daerah ini, jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari laki-laki. Hanya saja caleg perempuan yang tak pandai melakukan marketing politik, sehingga tak seorang pun yang terpilih dalam pemilu 2019 lalu.

Baca Juga: Dukung Revisi UU Pengelolaan Sampah, Firman Soebagyo Minta Tata Kelola Sampah Dibenahi

"Perempuan harus pilih caleg perempuan," begitu kira-kira strategi kampanye yang harus dilakukan perempuan dalam meraup suara dan dukungan.

Menurut Rahmat, perempuan harus mampu menunjukkan jati diri, loyalitas, kapabilitasnya di tengah masyarakat.

"Golkar beruntung punya seorang tokoh dan anggota dewan, John Kenedy Azis yang cukup perhatian terhadap isu-isu gender, serta ingin adanya kesetaraan gender ini di tengah tingginya persaingan politik saat ini," ulas dia. {kompasiana}

fokus berita : #Bujang Pendawa