18 Juni 2022

Akui Tak Ajak PDIP Gabung KIB, Airlangga Hartarto: Punya Tiket Sendiri

Berita Golkar - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)--yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, dan PPP--merupakan koalisi yang terbuka. Tetapi dia mengakui memang tak mengajak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk bergabung ke KIB.

KIB dibentuk berdasarkan kesamaan visi dan gagasan bahwa pembangunan yang telah dirintis oleh Presiden Joko Widodo harus dilanjutkan, kata Airlangga dalam wawancara khusus dengan The Interview di Jakarta pada Jumat, 10 Juni 2022.

Untuk melanjutkan itu, ditambah lagi sejumlah tantangan besar situasi global saat ini, menurut Airlangga, diperlukan partai yang berpengalaman dan kader-kader yang berpengalaman juga dalam mengelola pemerintahan. Partai Golkar, katanya, jelas telah berpengalaman dalam pemerintahan sejak era presiden Soeharto sampai sekarang.

Baca Juga: Banyak Komplain Dari Kreditur Terhadap Ekses Jiwasraya, Sarmuji Beri Catatan Khusus ke BPUI

Partai lain dalam KIB, PAN dan PPP, juga memiliki pengalaman dalam pemerintahan. Banyak pula kader masing-masing partai yang kompeten serta pernah menjadi menteri atau di lembaga legislatif DPR dan MPR. "Jadi kalau kita bicara all season di pemerintahan, tiga partai itu enggak lari," katanya.

Airlangga berkelit ketika ditanya tentang PDIP yang juga telah berpengalaman menjadi partai pemerintah sejak tahun 2014 tetapi tak diajak bergabung ke dalam KIB. "Ya, tapi [PDIP] kan sudah punya tiket sendiri," ujarnya, mengacu pada wacana politik yang menaksir PDIP sebagai poros tersendiri dalam pemilu kelak.

Selain itu, Airlangga melanjutkan, KIB dibentuk atas dasar chemistry atau kesamaan visi dan misi yang saling terkoneksi. Golkar merasa memiliki kedekatan chemistry dengan PAN dan PPP, terutama dalam hal ideologi dan konsep pembangunan.

Baca Juga: Bertemu Airlangga Hartarto, Presiden Jerman Ingin RI Jadi Mitra Strategis Hadapi Tantangan Global

Namun Airlangga berkelit lagi kala ditanya kesimpulan bahwa itu artinya Golkar, PAN, dan PPP tak memiliki kedekatan chemistry dengan PDIP. "Tidak demikian," ujarnya lekas-lekas mengoreksi. "KIB ini terbuka untuk siapa saja."

"Kita kan membangun pasar yang nasionalis religius: nasionalis direpresentasikan Partai Golkar, Islam modern direpresentasikan oleh PAN, Islam tradisional/kultural direpresentasikan oleh PPP. Itu posisi keindonesiaan," katanya. {viva}

fokus berita : #Airlangga Hartarto