28 Juni 2022

Dave Laksono Murka 18 WNI Tewas Diduga Dianiaya di Depo Tahanan Imigrasi Sabah

Berita Golkar - 18 Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan meninggal dunia dalam Depo Tahanan Imigrasi (DTI) di Sabah, Malaysia. Kabar ini pun mendapat perhatian serius dari Komisi I DPR RI

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendesak pemerintah Malaysia memberikan klarifikasi resmi. Apalagi muncul kabar, para WNI tersebut meninggal mengalami penganiayaan.

“Ini perlu mendapatkan klarifikasi resmi dari Pemerintah Malaysia. Investigasi harus segera dilakukan untuk menngetahui penyebab dan mengapa kejadian itu bisa terjadi,” tegas Dave dalam keterangannya, Selasa (28/6).

Baca Juga: Henry Indraguna Pasang Target 150 Ribu Suara di Dapil Solo Raya di Pileg 2024

Sebagai Anggota Komisi I DPR, ia mengecam keras peristiwa tersebut karena posisi para korban sedang menunggu proses deportasi. “Mereka seharusnya tidak diperlakukan seperti tahanan tindakan kejahatan berat,” ungkap Dave.

Di sisi lain, politisi Golkar ini menekankan peran Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia untuk lebih aktif memantau kejadian ini dan diperlukan pernyataan terbuka kepada publik tentang kondisi para WNI yang mengalami deportasi.

“Saya atas nama Anggota Komisi I DPR juga telah bersurat ke Kedubes Malaysia di Indonesia untuk meminta klarifikasinya atas peristiwa tersebut,” tegas Dave.

Baca Juga: Dampingi Petani Hingga Ekspor Tanaman Hias ke Belanda, Nusron Wahid Apresiasi Kerja BNI-Jamkrindo

Selain itu, Pemerintah Malaysia juga diharapkan menunjukkan tindakan manusiawi terhadap para WNI ataupun WNA yang terkena deportasi.

“Perlakuan dengan model DTI tersebut sangat melanggar prinsip hak asasi manusia (HAM) dan ini akan menjadi konsekuensi berat jika itu terjadi pelanggaran,” tandasnya. {politiknesia}

fokus berita : #Dave Laksono