02 Juli 2022

Hari Keluarga Nasional, Edy Rusyandi: Perkuat Keluarga Sebagai Pondasi Awal Membangun Tatanan Bangsa

Berita Golkar - Hari Keluarga Nasional merupakan momentum yang tepat sebagai pengingat, bahwa keluarga adalah fondasi awal dalam membangun tatanan bangsa. Diperingati setiap tanggal 29 Juni, Hari Keluarga Nasional di tahun 2022 ini bertemakan "Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting,"

Hari Keluarga Nasional mengingatkan kita dalam membangun ketahanan keluarga yang bebas stunting. Stunting adalah suatu kondisi dimana anak balita mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Dijelaskan oleh Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat, Edi Rusyandi, keluarga merupakan cerminan dari kondisi sebuah masyarakat dan bangsa.

Baca Juga: Wagubsu Musa Rajekshah Ingatkan Pengusaha Hiburan Malam Jangan Sampai Timbulkan Konflik SARA

"Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam mewujudkan ketahanan nasional, jika keluarganya baik, sehat dan sejahtera, maka masyarakat dan bangsanya juga sehat bahagia dan sejahtera. Demikian pula sebaliknya," ujar Edi.

Sebagai fondasi awal dalam membangun tatanan bangsa, keluarga juga merupakan madrasah pertama dan utama dalam membangun karakter dan tumbuh kembang anak, lanjut Edi menjelaskan.

"Inilah arti penting keluarga. Mari kita jaga, lindungi dan ciptakan suasana keluarga dengan nilai-nilai positif ditengah tantangan zaman yang luar biasa hari ini, seperti penyebaran narkoba, pornografi, kekerasan serta informasi negatif lainnya yang mempengaruhi perkembangan anak terutama melalui media digital. Keluarga harus menjadi benteng terdepan dalam menangkalnya," ujar Edi Rusyandi.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia: Pemekaran Papua Buka Peluang Revisi UU Pemilu dan Penambahan Anggaran

Ditambahkan olehnya, salah satu langkah yang efektif adalah melalui teladan dan pendidikan yang baik, kita sebagai orang tua semaksimal mungkin berupaya memberikan contoh yang baik, dalam kata maupun prilaku.

"Apa yang dilihat dan didengar oleh mereka dari kita, itu akan jadi contoh bagi anak anak kita. Karena anak anak itu peniru yang ulung," lanjutnya.

"Pendidikan agama juga disini sangat penting ditanamkan sejak dini sebagai sumber membangun karakter dan kepribadian anak, jika nilai-nilai agama ditanamkan sejak dini, insyaallah akan membuat mereka terbiasa hingga dewasa nanti," ujarnya.

Jadikan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum dan komitmen kita bersama, mengoptimalkan peran keluarga dalam mempercepat pencegahan stunting di negara kita, terutama Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Airlangga Hartarto Jadi Ketua Dewan Nasional KEK

Diketahui Kabupaten Bandung Barat sendiri berdasarkan Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, angka prevalensi stunting berkisar 29,6 persen nyaris kategori merah, artinya KBB hampir masuk kategori tinggi dalam permasalahan stunting.

"Tentunya ini jadi kabar kurang baik. Harus jadi alarm bagi Pemda KBB untuk mengambil langkah percepatan penanganannya. Ini harus disikapi secara serius. Ada langkah terorganisir stakeholder terkait dan juga keterlibatan tokoh masyarakat dalam memberikan informasi dan penyadaran kepada masyarakat luas," ucap Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat ini.

Edi menyarankan, setiap keluarga harus memahami betapa pentingnya menjaga pertumbuhan balita, terutama pada periode emas atau golden age, yakni 1000 hari pertama kehidupan bayi.

Dan ditambahkan juga olehnya, disinilah peran keluarga untuk memperhatikan asupan nutrisi bagi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI, dan juga pola asuh yang baik untuk anak. {sumber}

fokus berita : #Edi Rusyandi