03 Juli 2022

Hendra Budian Sebut Nova Iriansyah Gubernur Aceh Terbaik Sepanjang Masa

Berita Golkar - Jika sebelumnya Fraksi Partai Aceh menobatkan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh terburuk sepanjang sejarah Aceh. Maka kini, Wakil Ketua DPRA Hendra Budian menyampaikan sebaliknya, yaitu menobatkan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh terbaik sepanjang masa.

Predikat itu disampaikan oleh politikus muda Partai Golkar melalui cuitan di Twitter pribadi miliknya @hendra_budian pada Sabtu (2/7/2022) pukul 16.38 WIB.

"Bagi saya, ini adalah Gubernur Aceh terbaik sepanjang masa, terima kasih Bang Gub @niriansyah yg telah memberikan pengabdian terbaik untuk Aceh," tulisnya.

 

Baca Juga: Golkar Jatim Gelar Lomba Konten Kreatif 1 Menit Tentang Airlangga, Hadiahnya Puluhan Juta Rupiah

Tweet Hendra kemudian direspons oleh Gubernur Nova pada pukul 18.02 WIB dengan meninggalkan pesan, "U r welcome". Sebelumnya, Fraksi Partai Aceh memberikan predikat pedas untuk Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam rapat paripurna di Gedung Utama DPRA, Jumat (1/7/2022).

Predikat tak mengenakan tersebut disampaikan dipenghujung masa jabatan Gubernur Aceh yang akan berakhir pada 5 Juli 2022 dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRA, hendra Budian.

"Kami Fraksi Partai Aceh memberikan predikat 'Gubernur Terburuk Sepanjang Sejarah Aceh'," kata Juru Bicara Fraksi Partai Aceh Muslim Syamsuddin saat menyampaikan padangan akhir fraksi.

Baca Juga: Usman Marham Targetkan Golkar Pinrang Berjaya Dengan 10 Kursi DPRD di Pemilu 2024

Pandangan fraksi tersebut menanggapi Rancangan Qanun (Raqan) Aceh tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2021. "Kami juga berharap kedepannya tidak ada lagi Gubernur seperti Nova yang dikirimkan oleh Allah kepada rakyat Aceh," tambahnya.

Predikat itu disampaikan Fraksi Partai Aceh setelah menilai kinerja Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Nova Iriansyah dalam empat tahun terakhir. "Dalam perjalanan 4 tahun ke belakang ini kondisi kehidupan rakyat Aceh ternyata malah mundur dan terpuruk di semua lini," kata Muslim.

Seperti kondisi kemiskinan, menurut Fraksi Partai Aceh ketika Nova Iriansyah menjadi Gubernur berada diangka 15, 4 persen dan hari ini diakhir pemerintahannya berada 15, 9 persen.

Baca Juga: Politikus PDIP Sindir KIB Layu Sebelum Berkembang, Ace Hasan: Justru Kami Makin Kuat!

"Dengan kata lain selama Nova Iriansyah menjadi gubernur di Aceh, rakyat miskin di Aceh malah bertambah begitu juga dalam sektor-sektor lainnya semuanya mengalami penurunan," ucapnya.

Sehingga Fraksi Partai Aceh menyimpulkan bahwa Gubernur Nova Iriansyah telah gagal dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Gubernur Aceh dan gagal dalam mewujudkan visi-misi Aceh Hebat yang menjadi jargon Pemerintah Irwandi-Nova.

Meski menyampaikan predikat pedas, Fraksi Partai Aceh tetap menerima LKPJ pelaksanaan APBA 2021 untuk ditetapkan menjadi qanun Aceh.

"Fraksi Partai Aceh terpaksa menerima penetapan angka-angka yang ditampilkan dalam Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Tahun Anggaran 2021 dikarenakan angka-angka tersebut adalah angka dihasilkan oleh BPK-RI dalam Audit LHP-nya," tutup Muslim.

Baca Juga: Minta Dukungan Pemerintah, Pembalap Moto3 Asal Indonesia Sowan Ke Airlangga Hartarto

Penobatan Fraksi Partai Aceh tersebut ternyata dijawab oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui unggahan di Twitter pribadi miliknya @niriasnyah pada Sabtu (2/7/2022).

Nova menyebut, kritik yang disampaikan dari Fraksi Partai Aceh di akhir masa jabatannya merupakan kritik yang membangun.

"Alhamdulillah, tksh sy ucapkan kpd Fraksi Partai Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh atas Pendapat Akhir yg telah menyampaikan kritik yg sangat konstruktif thd Pem. Aceh periode 2017-2022. Dibacakan dlm Rapat Paripurna ttg Pertanggungjwbn Keuangan TA. 2021, di Gdg. DPRA 30/06/2022," tulis Nova dalam cuitannya. {sumber}

fokus berita : #Hendra Budian #Nova Iriansyah