04 Juli 2022

Dapil Sulsel II DPR RI Kantong Suara Tradisional, Golkar Berpeluang Sabet 3 Kursi

Berita Golkar - Daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II DPR RI yang meliputi sembilan kabupaten diproyeksi akan kembali menjadi lumbung suara Golkar.

Bahkan Golkar yang berturut-turut meraih dua kursi selama ini diproyeksi di pemilu 2024 mendatang potensial bisa mengamankan tiga kursi dari sembilan kursi yang diperebutkan.

Pengamat Politik Ras Md menilai jika Golkar Dapil Sulsel II kembali menjadi lumbung suara Golkar. Bahkan menurutnya, jika membaca peta sebaran kekuatan bacaleg yang akan tampil, Golkar potensial meraih tiga kursi.

Baca Juga: Tebar 100 Ribu Bibit Ikan Wader, Ilyas Akbar Almadani Dorong Pemkab Karanganyar Inisiasi Perda Jogo Kali Dari Strum Ikan

“Ya, menariknya Golkar Sulsel II nanti akan diisi oleh figur-figur hebat. Figur yang punya basis elektoral rill. Mulai dari nama Nurdin Halid, Supriansa, Andi Fahsar Padjalangi hingga mantan Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid,” jelas Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia itu melalui keterangan tertulisnya, Senin (4/7/2022)..

Ras menduga hanya dua figur saja yang bakal tampil dominan, yaitu Nurdin Halid dan Supriansa. “Saya meyakini jika dua sosok ini berada dalam klaster utama dalam perebutan kursi pertama Golkar Sulsel dua nantinya. Sedangkan di klaster kedua, ada Andi Fahsar Padjalangi dan juga Syamsuddin Hamid,” terangnya.

Tak lupa, Ras menjelaskan empat variabel kekuatan NH secara normatif. Pertama ketokohan NH. Kedua, NH adalah sesepuh Golkar Sulsel, yang cenderung masih tinggi sisi mobilitas dan juga memiliki loyalis di partai Golkar. Ketiga, basisnya terdiri dari dua teritori. Bone dan sinjai. Keempat, Investasi sosial.

Baca Juga: Top! Bendera Partai Golkar dan Kosgoro 1957 Berkibar di Puncak Gunung Sorik Marapi

Supriansa pun demikian. Variabel kekuatannya makin bertambah pasca terpilihnya sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. Pertama, berbasis kinerja. Selama berkiprah di Senayan, kinerjanya tergolong sangat memuaskan. Bahkan aksi-aksi nyata Supriansa tidak hanya menyisir di dapil pemilihannya, tetapi se Sulsel.

Kedua, kata Ras, basis Supriansyah cenderung melebar. Jika dulu hanya fokus di Soppeng, di Pileg mendatang, wilayah-wilayah lain bisa terbuka bagi sosok Supriansa. Ketiga, selain bebebasis kinerja, personalnya juga dinilai flamboyan. Kehangatan dan juga invetasi sosial dengan masyarakat tak diragukan lagi.

“Jika kedua sosok ini bekerja optimal, maka dengan kontribusi yang juga baik dari figus lainnya, tiga kursi bagi Golkar bukan hanya jadi isapan jempol atau wacana saja,” kuncinya. {sumber}

fokus berita : #Ras Md