06 Juli 2022

102 Tahun PTTI, Hetifah Raih Penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama dari ITB

Berita Golkar - Memperingati ke-102 tahun Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia (PTTI) pada Senin (4/7/2022), Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah menerima penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pihak ITB menggelar Sidang Terbuka Peringatan PTTI Tahun 2022 dan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang menunjukkan jasa atau prestasi pada pengembangan ITB dan IPTEK di Indonesia.

Salah satunya yang mendapatkan penghargaan adalah Hetifah Sjaifudian, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur. Politisi Partai Golkar ini meraih penghargaan untuk kategori perorangan yaitu Ganesa Wirya Jasa Adiutama.

Baca Juga: Golkar Aceh Gelar Konsolidasi Struktur dan Kader Serta Orientasi Fungsionaris di Aceh Tamiang

Penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama yang diserahkan langsung oleh Rektor ITB Reini Wirahadikusumah merupakan bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang telah menunjukkan jasa atau prestasi dalam mendukung pengembangan institusi ITB.

Selama ini Hetifah oleh ITB dianggap konsen dalam mendukung pengembangan kapasitas SDM Kreatif di bidang digital media dan pendidikan serta komunitas berbasis teknologi, seni, dan desain melalui berbagai program strategis nasional.

Salah satunya Program Beasiswa Unggulan di FSRD ITB yang dirintis sejak tahun 2017. Selain itu, Hetifah juga aktif dalam mendukung kegiatan FSRD ITB dalam memajukan ekonomi kreatif di Indonesia.

Baca Juga: Ace Hasan Minta Perusahaan Travel Haji dan Umrah Bermasalah Dicabut Izinnya

Saat ditemui di sela perhelatan, Hetifah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada ITB atas penghargaan ini. “Saya merasa sangat terhormat hari ini menerima penghargaan ini. Teringat kembali saat pertama masuk ITB 40 tahun yang lalu.

Saya mendapatkan banyak ilmu pengetahuan, teman, dan pengalaman yang berharga untuk berkinerja di berbagai lanskap tempat saya berkiprah di kehidupan,” tutur alumni ITB ini.

Selain itu, Hetifah juga menyatakan selalu mempercayai pentingnya perguruan tinggi teknik untuk menjadi lokomotif perubahan bangsa. Oleh karenanya, dirinya akan terus berjuang untuk pengembangan pendidikan teknik di Indonesia.

Baca Juga: Harga Sawit Makin Anjlok, Gubri Syamsuar Segera Surati Presiden Jokowi

Bertempat di Aula Barat ITB, Bandung acara dihadiri Rektor beserta jajaran Wakil Rektor dan Sekretaris Institut ITB, Dekan Fakultas/Sekolah, Majelis Wali Amanah, Forum Guru Besar, Senat Akademik dan Pimpinan ITB, dan tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, ITB memberikan memberikan penghargaan kepada 19 orang dari berbagai kalangan. Sekretaris ITB Widjaja Martokusumo mengatakan, penghargaan diberikan kepada akademisi, politikus, pejabat pemerintah, dan instansi, atas prestasi, jasa, dan kontribusinya, kepada pendidikan tinggi teknik. “Angka 19 ini enggak ada hubungannya dengan Covid-19 ya jadi kebetulan saja,” ujarnya.

Ia juga berharap semoga penganugerahan penghargaan ini dapat mendorong kemajuan Pendidikan Tinggi Teknik lebih jauh lagi. “Pemberian penghargaan ini bisa memotivasi kita semua untuk menorehkan banyak prestasi sehingga dapat menambah kontribusi untuk PTTI, khususnya di ITB,” ujarnya.

Baca Juga: Misbakhun Curigai Permainan Cukai Philip Morris di Marlboro Kelembak Menyan

Perlu diketahui, penghargaan ini dikategorikan menjadi lima kategori, yakni

Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama

Ganesa Widya Jasa Adiutama

Ganesa Wirya Jasa Adiutama

Ganesa Widya Jasa Utama

Ganesa Wirya Jasa Utama

Dari berbagai sambutan tokoh ITB, sidang menekankan bagaimana ITB harus menjadi bagian dari sistem inovasi dalam upaya pemulihan ekonomi, penguatan ketahanan kesehatan, ketahanan pangan dan energi, serta mendorong transformasi digital.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 1 Agustus 2022

Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D menyatakan, PTTI, termasuk ITB, perlu meningkatkan keterpaduan antara kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lewat pengembangkan pola-pola antar maupun lintas disiplin dan peningkatan kerjasama dengan berbagai sektor dan organisasi.

“Kami sangat menyadari pentingnya PTTI untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.

Kami perlu meningkatkan kualitas karya-karya kami serta memperkuat keunggulannya untuk meraih reputasi internasional yang semakin tinggi,” ungkapnya.

Semantara itu Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITB Yani Panigoro, dalam pidatonya secara daring menyampaikan, perlu dilakukan upaya merevolusi cara belajar dan penyelenggaraan pembelajaran di pendidikan tinggi teknik.

Baca Juga: Mahakam 10K Run 2022, Hetifah: Rayakan Kemerdekaan RI Dengan Semangat Olahraga

Ia menyoroti kampus yang melahirkan para alumni dan ilmuwan yang sempit cara berpikirnya, hanya melahirkan spirit kompetensi keilmuwan, kejar keuntungan, tapi mengesampingkan aspek kemanusiaan. “Perlu kolaborasi dalam masyarakat, dan menjadikan kepentingan masyarakat diatas agenda pribadi dan golongan.

Contoh saja Sarah Gilbert dari Oxford University, yang tidak ingin menguasai hak paten dari temuan vaksin Covid-19, ia dedikasikan ilmunya untuk memuliakan aspek kemanusiaan,” tegas Yani Panigoro.

Sambutan berikutnya dibawakan oleh Ketua Senat Akademik ITB Hermawan Kresno Dipojono. Ia mengatakan keberadaan PTTI berkualitas dunia merupakan investasi vital bagi keberlangsungan bangsa dan negara. Namun faktanya, anggaran untuk Pendidikan tinggi dalam beberapa tahun terakhir justru terus menurun.

Baca Juga: Demi Harga Diri, Ujang Komarudin: KIB Lebih Pantas Usung Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan

“Implikasinya adalah kebutuhan riset untuk mendukung daya saing bangsa jadi tidak berjalan maksimal. Dengan situasi seperti ini, tentu wajar jika Indonesia tidak diperhitungkan sama sekali sebagai penantang serius terhadap hegemoni Barat yang berbasis pada penguasaan sains dan teknologi,’ terangnya.

Dalam sidang terbuka peringatan 102 Tahun PTTI ini juga berisi sambutan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin yang hadir secara daring.

Dilanjutkan dengan orasi ilmiah dari Josaphat Tetuko Sri Sumantyo. dari Center for Environmental Remote Sensing Chiba University, Jepang, berjudul “Teknologi Penginderaan Jauh, Kunci Indonesia untuk Memimpin Dunia”. {sumber}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Hetifah