06 Juli 2022

Ajakan Demokrat Ke Golkar Bentuk Koalisi Ibarat Mimpi di Siang Bolong, Lamhot Sinaga: KIB Solid!

Berita Golkar - Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution, mengajak Partai Golkar untuk membentuk koalisi dengan Demokrat. Adapun, saat ini Partai Golkar telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP. Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga menegaskan bahwa parpol yang tergabung dalam KIB solid.

"KIB sangat solid, tidak ada sama sekali niatan keluar dari koalisi. Kami saat ini fokus konsolidasi KIB dengan teman-teman PAN dan PPP sampai akar rumput, jika partai Demokrat mau bergabung dengan KIB silakan kami terbuka dengan semua partai," kata Lamhot kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, pernyataan politikus Demokrat itu ibarat mimpi di siang bolong. Golkar, lanjut Lamhot, tidak tergoda dengan ajakan Partai Demokrat itu.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Pengembangan Produksi Pesawat N219 Nurtanio

"Proses pacaran kami dengan KIB sudah dalam tahap intens, bahkan sekarang sudah masif ke daerah sampai akar rumput, biarlah godaan Demokrat jadi angin lalu saja," pungkas Lamhot.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat tidak akan terjebak pada pilihan liga koalisi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang sudah dibentuk beberapa partai politik (parpol).

Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menyebut, Demokrat masih memiliki opsi-opsi yang bisa dihadirkan sebagai solusi untuk bangsa.

Syahrial mencontohkan komunikasi politik antara Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, masih terus terawat. Meskipun Partai Golkar sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP.

Baca Juga: Didampingi Ratu Julmi Hayati dan Mawardi, Andika Hazrumy Turun Gunung ke Waringin Kurung dan Kramatwatu

"Kerjasama Demokrat dengan Golkar cukup bagi kedua partai sebagai jangkar untuk mengantarkan kandidat presiden dan wakil presiden. Namun, lebih dari itu, kerjasama Demokrat-Golkar dapat menjadi solusi terciptanya stabilitas politik, perbaikan iklim demokrasi dan kembali menggenjot roda ekonomi yg saat ini sedang terpuruk," kata Syahrial dalam keterangan yang diterima, Selasa (5/7/2022).

Syahrial pun mengingatkan bahwa sejarah mencatat bagaimana pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode yang ikut didukung Golkar dan beberapa partai politik lainnya berjalan gemilang.

Menurutnya, kalai itu tidak ada polarisasi politik identitas yang mengakar. Selain itu, penegakan hukum mengedepankan profesionalisme. Serta demokrasi berjalan baik, namun kondisi ekonomi dan kesejahteraan rakyat tetap tumbuh dan terjaga.

Baca Juga: Mahakam 10K Run 2022, Hetifah: Rayakan Kemerdekaan RI Dengan Semangat Olahraga

"Langkah solutif untuk kebaikan bangsa inilah yang akan ditempuh Ketum AHY dengan platform perubahan dan perbaikan. Menjadi jangkar dan membuka ruang terhadap segala hal yang terbaik untuk bangsa," ujarnya.

"Komunikasi 360 derajat terhadap seluruh stakeholders politik menjadi landasan Partai Demokrat untuk bersikap. Tidak pernah menutup ruang diskusi dan silaturahmi," tandasnya. {SUMBER}

fokus berita : #Lamhot Sinaga