09 Juli 2022

Kesal Harga Sawit Indonesia Disetir Malaysia, Menko Luhut: Harusnya Kita Yang Atur!

Berita Golkar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan gusar karena harga sawit RI masih mengikuti standar harga Malaysia. Sebagai bangsa besar, Luhut mengatakan, Indonesia harusnya berdiri di atas kaki sendiri.

“Bangsa kita tak bisa diatur orang, kita harus atur diri kita. Harusnya kita atur minyak kelapa sawit dunia. Masak dari Kuala Lumpur? Yang bener aja lah,” kata Luhut dalam rakor AKPSI di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022) dikutip dari detik.

Saat ini, pemerintah mulai mengarahkan diri untuk bisa mengatur tata niaga kelapa sawit dunia. Apalagi, Indonesia punya modal sebagai negara produsen kelapa sawit besar di dunia. Lewat audit ini, Indonesia bisa memperbaiki tata kelola sawitnya sehingga bisa ikut mengelola sawit dunia. Luhut percaya, Indonesia dapat melakukannya.

Baca Juga: Kemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah, Ace Hasan: Langkah Tepat Untuk Pesantren Yang Langgar Hukum

“Sekarang audit ini tujuan kita buat itu. Biar kita bangsa yang besar ini bisa ngatur dunia juga, jangan kita yang diatur mulu. Kelapa sawit kita bisa atur sekarang, saya yakin haqqul yakin. Asal kita bisa bekerja bersama-sama,” ucap Luhut.

Selama ini, Malaysia menentukan harga komoditas sawit dan CPO dunia, termasuk untuk Indonesia melalui Bursa Malaysia Derivatives (BMD). BMD sudah memiliki riwayat dalam perdagangan CPO sejak 1980.

Keberadaan serta peran dari BMD menyebabkan harga CPO dunia salah satunya ditetapkan dan mengacu kepada mata uang ringgit Malaysia. Selain itu, harga komoditas sawit dan CPO juga ditentukan oleh dolar Amerika Serikat (AS). {politiknesia}

fokus berita : #Luhut Binsar Pandjaitan