11 Juli 2022

Singgih Januratmoko Serahkan 4 Ekor Sapi Kurban Untuk Warga LDII Se-Solo Raya

Berita Golkar - Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko memberikan delapan ekor sapi untuk DPD Golkar dan DPD LDII se-Solo Raya. Bantuan tersebut dalam rangka menjalankan ibadah kurban dan silaturahim dengan warga LDII, yang mengamanahkan aspirasinya kepada wakil rakyat itu.

“Bantuan tersebut dirupakan empat ekor sapi dan dagingnya langsung dibagi kepada warga LDII,” ungkap Muhajir salah satu koordinator relawan Singgih Januratmoko Center (SJC). Menurutnya, kurban tersebut sebagai ibadah sekaligus silaturahim dengan warga LDII. Menurut Muhajir, dalam berkurban jangan dilihat dari sisi materinya, namun keikhalasan dan hubungan baik yang harus terus dijaga.

Sementara itu, menurut Singgih Januratmoko, dengan berkurban, bisa membantu peternak yang sedang menghadapi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), “Idul Adha bisa menjadi penyelamat. Umat Islam yang membutuhkan ratusan ribu sapi, kerbau, dan kambing terbukti menyelamatkan peternak sekaligus membantu masyarakat yang ekonominya melemah,” tuturnya.

Baca Juga: Bakal Ada Partai Baru Gabung KIB, Airlangga Hartarto: Masih Pendekatan

Menurutnya, berkurban mampu memutar ekonomi, “Ada multiplier effects yang meringankan beban peternak dan masyarakat,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI Singgih Januratmoko saat ditemui di Surakarta pada Senin (11/7). Meskipun ada wabah PMK, menurut Singgih warga yang berkurban bisa mengikuti fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Misalnya, selagi gejala awal PMK belum parah, hewan ternak masih bisa dikurbankan.

Singgih mengatakan, menjelang kurban pihaknya telah membagikan hewan kurban kepada DPD Golkar di Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Surakarta, dan Boyolali. Selain itu, kurban juga ia salurkan melalui organisasi kemasyarakatan (Ormas) salah satunya LDII, “Idul Adha merupakan bagian silaturahim dan mendekatkan wakil rakyat dengan konstituennya,” ujar Singgih.

Hari Raya Kurban, dalam pandangan Singgih merupakan wujud kesalehan individu dan kesalehan sosial. Bagi individu, kurban merupakan wujud takwa hamba kepada Allah, “Ini meniru keikhalasan dan ketakwaan Nabi Ibrahim, yang dimuliakan Nabi Muhammad dan umatnya dengan berkurban saat Idul Adha,” ujar Singgih.

Nabi Muhammad sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari, bersabda amalan yang paling disenang Allah pada 10 Dzulhijah adalah berkurban, “Kurban juga berefek sosial, karena dagingnya kemudian dibagi, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan masyarakat baik yang kaya maupun yang tidak mampu,” imbuhnya.

Ia mengatakan, kebahagiaan bagi yang kaya adalah pahala dan kesenangan berbagi, “Sementara masyarakat yang sedang dicoba ekonomi karena efek pandemi Covid-19 dan inflasi, bisa berhemat karena melimpahnya lauk pauk,” ujarnya.

Dengan berkurban, menjadi momentum kesalehan sosial, “Bangsa Indonesia terkenal dengan jati dirinya berupa gotong-royong. Kini memudar karena paham individualisme, dengan adanya berkurban jati diri bangsa yang baik itu bisa muncul kembali,” ujar Singgih optimistik.

Baca Juga: Rayakan Idul Adha, Golkar DKI Jakarta Bagikan 46 Ekor Sapi Dan 7 Ekor Kambing

Bahkan, menurutnya perputaran uang dalam kurban bisa ratusan miliar hingga triliun, “Dan itu langsung dirasakan peternak, yang menggemukkan hewan peliharaannya,” katanya. Dengan masa panen raya pada saat Idul Adha, kesejahteraan mereka meningkat dan ini meningkatkan daya beli peternak dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu ia mengimbau, agar masyarakat juga terus melaksanakan kurban, “Kurban bukan monopoli mereka yang kaya atau mampu, masyarakat umum bisa menabung untuk berkurban dengan cara menabung dan patungan,” pungkasnya. (sumber)

fokus berita : #Singgih Januratmoko