12 Juli 2022

Lodewijk F Paulus: RUU Papua Barat Daya Bisa Dibahas Saat Masa Reses

Berita Golkar - Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang pembentukan Provinsi Papua Barat dipastikan bisa dibahas oleh DPR dan pemerintah dalam masa reses ini. Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F. Paulus.

“Otomatis mereka sudah bisa bekerja komisi II,” kata Lodewijk dikutip Senin (11/7/2022).

Sekretaris jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar itu menyakini bahwa pembahasan RUU ini tak akan menimbulkan persoalan. Sebab, pembahasan RUU pembentukan Provinsi Papua Barat Daya telah melalui sejumlah mekanisme pengambilan keputusan.

Baca Juga: AHY Berpeluang Jadi Cawapres KIB, Nurul Arifin: Tunggu Kepastian Demokrat Gabung Koalisi

“Kita udah di rapat Bamus. Tahapannya kan Rapim, setelah itu rapat badan musyawarah. Kenapa kemarin sebenarnya tinggal dibacakan saja, karena ini wacana ini sudah keluar waktu kita Rapim,” ujarnya.

Sebelumnya, DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat sebagai usul inisiatif dewan. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna DPR RI ke-28 Masa Persidangan V Tahun 2021-2022, Kamis (7/7/2022) siang.

Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel yang memimpin sidang memulai dengan meminta agar juru bicara dari setiap fraksi menyampaikan pendapat fraksi secara tertulis kepada pimpinan DPR RI. Usai mendengarakan pendapat fraksi, dia langsung mengambil persetujuan kepada para anggota yang hadir.

Baca Juga: Dukung Airlangga Capres 2024, Komunitas Ojol Minta Didirikan Balai Latihan Kerja di Subang

“Dengan demikian, 9 fraksi telah menyampaikan pendapat fraksinya masing-masing. Kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah RUU usul inisiatif komisi II DPR RI tentang Provinsi Papua Barat Daya dapat disetujui jadi RUU usul DPR RI?” tanya Gobel dalam rapat tersebut. “Setuju,” jawab anggota dewan yang hadir. (sumber)

fokus berita : #Lodewijk F Paulus