13 Juli 2022

Dewi Asmara Sosialisasikan Pentingnya Cegah Stunting Untuk Masyarakat Pelabuhanratu

Berita Golkar - Hj. Dewi Asmara, SH, MH, anggota DPR RI Komisi IX, dari Partai Golkar turun ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi masyarakat Kampung Lio Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sebagai anggota Komisi IX dan mitra kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dewi Asmara ingin mengajak masyarakat untuk peduli pentingnya pencegahan stunting, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga: Survei DSI: Airlangga Hartarto Sosok Paling Diinginkan Publik Jadi Presiden RI Ke-8

Menyadari bahaya stunting Dewi Asmara mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri dengan baik sejak sebelum menikah agar setelah menikah kondisi kesehatan fisik mereka aman untuk bisa hamil sehingga bayi yang akan dilahirkan bebas dari resiko stunting, tegasnya.

Direktur Bina Kualitas Pelayanan KB BKKBN RI Martin Suanta, SF, M.Si, menjelaskan stunting adalah kondisi fisik yang pendek yang disertai penurunan kondisi kognitif (kemampuan berpikir) dan kesehatan umum. Bayi yang dilahirkan dalam kondisi ini saat tumbuh menjadi anak dan selanjutnya beranjak dewasa akan mengalami kondisi kesehatan yang buruk, intelegensi dan produktivitas rendah, dan menjelang masa tua akan rawan menderita penyakit degeneratif.

“Maka kami sedang menyiapkan Program Elsimil, yang merupalan Aplikasi Siap Nikah Siap Hamil” jelas Martin.

Nantinya tiga bulan sebelum menikah, calon pengantin harus mengunduh aplikasi ini dan mengisikan data-data kesehatan seperti tinggi dan berat badan, lingkar lengan, kadar Hb dan riwayat serta data kesehatan lainnya, termasuk adakah kebiasaan merokok. Berdasarkan data yang diinput, aplikasi akan menampilkan kondisi kesehatan calon pengantin apakah sudah siap untuk hamil, dan jika kondisi ideal belum tercapai aplikasi akan menyarankan upaya yang bisa dilakukan. Termasuk saran menunda kehamilan.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Ajak Masyarakat Manfaatkan Kemudahan Dirikan Koperasi

“Jangan cemas gagal menikah gara-gara aplikasi Elsimil ini. Penggunaan aplikasi ini bukan sebagai syarat menikah,” Demikian Martin menjawab kekhawatiran salah satu peserta sosialisasi.

Selain itu, lanjut Martin, BKKBN juga menginisiasi pembentukan Tim Pendamping Keluarga sampai ke tingkat desa dan padukuhan. Tim ini terdiri dari tiga unsur yaitu PKK, Bidan, dan Kader. Tugasnya adalah mendampingi keluarga dan calon pengantin rawan stunting.

Pada kesempatan yang sama Camat Palabuhanratu Ali Iskandar menyampaikan,” penghargaan kepada anggota Komisi IX DPR RI Hj. Dewi Asmara sebagai mitra kerja BKKBN dalam budgeting dan pengawasan kegiatan BKKBN yang menaruh perhatian pada masalah penanganan masalah stunting, bahkan terjun langsung memberikan sosialisasi bersama BKKBN.

“Hal ini menambah semangat kami di Kabupaten Sukabumi khususnya di wilayah Palabuhanratu,” kata Camat. Pungkas nya. (sumber)

fokus berita : #Dewi Asmara