13 Juli 2022

Nurul Arifin: Literasi Digital Sangat Penting Agar Masyarakat Tidak Terprovokasi Hoaks

Berita Golkar - Perkembangan teknologi digital di Indonesia berjalan begitu cepat. Data menunjukkan pengguna internet di awal 2022 sudah menembus angka 204,7 juta. Tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 73,3 persen dari total penduduk Indonesia di awal tahun sebesar 277,7 juta jiwa.

Baca Juga: Jokes Ala Bapak-Bapak, Strategi Golkar Membumikan Airlangga Hartarto

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Nurul Arifin mengatakan, berdasar data tersebut, Indonesia sudah masuk kategori sebagai masyarakat digital. Hanya saja, penetrasi digital di tengah-tengah masyarakat yang semakin massif harus di imbangi dengan literasi digital yang cukup bagi masyarakat.

“Literasi digital ini penting dilakukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoaks,” kata Nurul dalam acara seminar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (13/7).

Dia juga mengingatkan tentang pentingnya menerapkan tata krama atau sopan santun dalam berinteraksi di dunia digital. Ini sebagaimana budaya leluhur kita sebagai bangsa Indonesia.

“Kami mengajak kepada masyarakat Indonesia agar tetap menjunjung tata krama dan adab komunikasi yang baik dalam berinteraksi di media sosial. Masyarakat harus lebih cakap dalam menggunakan teknologi digital,” ujar dia.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Tim Khusus Polri Usut Tuntas Penembakan Brigadir J Hingga Tewas

Pemerhati Masalah Digital dari Universitas Garut, Oktri Muhammad mengatakan, publik harus terus meningkatkan bagaimana membangun digital mindset yang baik dan benar.

“Dunia Digital harus kita arahkan ke hal-hal yang sifatnya produktif,” jelas Oktri. (sumber)

fokus berita : #Nurul Arifin