14 Juli 2022

Misbakhun Ajak Kaum Muda Pasuruan Lawan Politik Identitas dan Bangun Demokrasi Lebih Baik

Berita Golkar - Politikus Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menyatakan, aktivis anak muda di Kota Pasuruan mempunyai peran penting dalam membangun demokrasi yang lebih baik.

Demokrasi yang baik dimaksud adalah demokrasi yang tidak sepenuhnya mengambil dari barat. Tapi, mengedepankan khasanah demokrasi luhur bangsa yang berpijak pada agama, budaya dan keadaban bangsa.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Pilpres 2024 Berpotensi Diikuti 3 Poros

“Kita ingin membangun demokrasi di mana anak muda terlibat aktif menyuarakan aspirasinya dengan penuh bertanggung jawab, demokrasi kita bukan seperti barat yang orang bebas mengumpat dan mencaci fisik misalnya, tapi demokrasi beradab, terlebih kita sebagai nahdliyin yang mengedepankan ahlu sunnah wal jamaah sebagai pedomannya,” katanya dalam agenda diskusi yang digelar Forum Konsolidasi Demokrasi (Forkod) Pasuruan yang digelar pada Rabu (13/7/2022) malam.

Kemudian, Misbakhun juga menceritakan sikap dirinya ketika demokrasi barat dibawa sepenuhnya dalam praktik berdemokrasi di Indonesia. “Kita punya kenangan sebagai Nahdliyin, dahulu kita pasti tidak terima kalau tokoh panutan kita Gus Dur dihina kondisi fisiknya, itu bukan kritik dan itu bukan demokrasi yang kita inginkan,” papar dia.

Terlebih, lanjut dia, saat ini semakin dipertajam dengan mulai meningkatnya gerakan politik identitas yang sangat berpotensi memecah kesatuan bangsa.

“Kita semua khususnya aktivis dan anak muda yang peduli dengan demokrasi untuk secara tegas bersama dalam satu barisan memerangi gerakan politik identitas. Aktivis harus menjaga politik luhur berbudaya yang selama ini sudah berjalan sangat baik, agar tidak diciderai dengan politik identitas,” terangnya.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Morris Garage Produksi Mobil Listrik di Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Waladi El Kadmi turut memberikan materi tentang politik etis anak muda Nahdliyin.

“Kita diteladankan oleh ulama kita KH Ma’ruf Amin yang sekalipun dalam usia yang sudah sangat sepuh tetapi ketika panggilan negara hadir beliau siap menghibahkan dirinya untuk kepentingan bangsa. Maka anak muda harus mempunyai spirit pengabdian yang sama dan tidak boleh kalah dengan yang lebih tua,” kata Gus Waladi.

Gus Waladi yang juga menjabat sebagai Ketua Instruktur PW GP Ansor Jawa Timur itu kemudian menyitir salah satu kutipan dari KH Ma’ruf Amin agar menjadi pengingat dan penyemangat aktivis untuk terus bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya ingin kita semua merenungkan maqolah dari ulama kita KH Ma’ruf Amin, beliau dawuh Mabniyun ala Suqun La Mahalla Lahu Minal I’rab. Generasi muda tidak boleh kokoh dalam diam, dia harus hadir dan terus bergerak membangun kehidupan yang lebih baik,” tutur dia.

Sebagai penutup, Misbakhun menyebutkan, Forum Konsolidasi Demokrasi Pasuruan ini harus terus dilestarikan sebagai tradisi baik untuk anak muda di Pasuruan.

Sebagai informasi, agenda diskusi yang digelar oleh Forum Konsolidasi Demokrasi (Forkod) Pasuruan ini mengambil tema “Meneguhkan peran strategis aktivis dan organisasi kepemudaan dalam membangun demokrasi di Pasuruan”.

Sejumlah aktivis yang datang dari Unsur GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU/IPPNU, PMII, GMNI, HMI, KNPI, Karang Taruna, BEM, GRANAT, JAMAN dan kelompok Difable memenuhi Resto Mie SS yang terletak di Jalan Diponegoro Kota Pasuruan. (sumber)

fokus berita : #Misbakhun