19 Juli 2022

Meutya Hafid: Digital Entrepreneurship Sangat Strategis bagi Wirausahawan Muda

Berita Golkar - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat di era 4.0 membuat sektor bisnis bergeser ke era digital entreprenuership.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan, pemanfaatan internet di era digital entrepreneurship sangat membantu dan berperan strategis bagi para entrepreneuer muda.

Baca Juga: Pencemaran Limbah di Lamtim, Gubernur Arinal Djunaidi Desak Pertamina Tanggung Jawab

"Sebagai pendorong inovasi dan kemandirian masyarakat, hal ini juga bisa sebagai indikator keunggulan dan daya saing negara," ujar Meutya Hafid sebagai keynote speaker webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Pemanfaatan Internet Untuk Kewirausahaan Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (18/7/2022).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek. Adapun nara sumber webinar adalah Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan Co-Founder and CEO Depatu, Angeline Tanty.

Meutya Hafid menegaskan, pengadopsian teknologi internet di era pandemi Covid-19 pada berbagai bidang sangat diperlukan agar bisa melanjutkan kembali kegiatan dan aktifitas yang terhenti seperti aktifitas ekonomi.

Politisi perempuan Partai Golkar itu memastikan Komisi I DPR akan terus mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk berpartisipasi aktif dalam melalukan pelatihan-pelatihan yang meningkatkan kemampuan para wirausaha seperti para pelaku UMKM dalam mengoptimalkan ruang digital guna meningkatkan transaksi dan nilai usahanya.

Di tempat yang sama, Co-Founder and CEO Depatu, Angeline Tanty mengatakan perkembangan perusahaan starup dalam era digital saat ini kian meningkat. Meski begitu, saat memulai bisnis startup kita perlu melakukan riset terlebih dahulu jika tak ingin kalah saing.

Tak dapat dipungkiri juga, lanjut Angeline Tanty, tantangan berbisnis startup juga banyak, bisa berupa modal usaha, loyalitas tenaga kerja, dan pengetahuan tentang berbagai hal.

"Orang yang ingin masuk startup itu orang yang ingin belajar. Orang yang mau belajar itu tidak pilih-pilih. Kami harus mandiri, humble, tantangan bisnis startup itu banyak, ada hukumnya, legalnya gimana, pajak, kami konsultasi untuk mendirikan startup ini dan kita harus banyak belajar. Dengan membaca, ketemu orang, kita jadi banyak belajar," katanya.

Di tempat yang sama, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan pesatnya peran teknologi semakin terpacu dengan adanya pandemi Covid-19 mendorong semua pihak untuk berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas di ruang digital.

"Kondisi ini menunjukkan kita berada di era percepatan transformasi digital," kata Semuel.

Baca Juga: Minta Pemerintah Bijak Soal PSE, Dave Laksono: Jutaan Pemilik Usaha Lokal Terancam Mata Pencariannya

Ia menilai pandemi Covid-19 telah mengubah cara masyarakat dalam beraktivitas di berbagai lini kehidupan. Hal inilah yang mempertegas bahwa sedang terjadi era disrupsi teknologi. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyiapkan SDM Indonesia dengan keterampilan digital yang sesuai untuk menghadapi perubahan ini.

“Mari kita membawa perubahan positif untuk Indonesia yang lebih baik, kita ciptakan inovasi-inovasi berkualitas dengan mengembangkan talenta dan memaksimalkan potensi masyarakat Indonesia. Bersama kita bisa melalui pandemi, tetap semangat dan salam literasi digital,” ujarnya. (sumber)

fokus berita : #Meutya Hafid