19 Juli 2022

Puteri Komarudin Perjuangkan Kuota 30 Persen Pemuda di Parpol dan Parlemen

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar Puteri Anetta Komarudin menyoroti kesenjangan sumber daya masih membuat politikus muda sulit menang di pemilu. Ia berharap, ada kuota minimum bagi pemuda di parpol dan parlemen agar keterwakilan pemuda terpenuhi.

Baca Juga: Bukan Anies Baswedan, Jusuf Kalla Sebut Airlangga-Puan Duet Pemersatu Bangsa di Pilpres 2024

"Syukur-syukur kita punya youth kuota seperti yang sekarang dinikmati perempuan. Kalau perempuan 30%, kita harap pemuda juga bisa 30% youth kuotanya," kata Puteri di Gedung DPR Senayan, Senin (18/7).

"Tapi memang hal seperti ini perlu dukungan tiap fraksi untuk jadi UU dan dari pemerintah harus ada semangat yang sama. Insyaallah dengan semakin banyaknya anggota DPR di bawah usia 40, hal seperti ini bisa jadi perhatian," imbuh putri Politikus Golkar Ade Komaruddin ini.

Sementara itu, puncak acara wadah konsultasi resmi pemuda dari seluruh negara anggota G20, KTT Youth 20, dibuka di Gedung Senayan DPR hari ini. Puteri berkesempatan ikut membuka acara dan membagikan pandangan terkait pemuda Indonesia, termasuk peran pemuda di parlemen.

Puteri terpilih karena merupakan ketua delegasi Indonesia di KTT Y20 Italia tahun lalu, serta representatif pemuda Indonesia di parlemen. Ia menambahkan, kehadirannya mewakili pimpinan DPR yang tak bisa hadir di acara karena harus turun ke dapil di masa reses.

Puteri berharap dengan dibukanya puncak KTT Y20 di DPR, delegasi pemuda negara G20 bisa merasakan pengalaman terkait proses demokrasi di Indonesia. Sehingga nantinya, para delegasi juga dapat berkontribusi dalam perubahan kebijakan di negara masing-masing.
"Kita cerita berapa banyak anggota yang usianya di bawah 40 tahun. Kita sudah ada kaukus pemuda dan hal-hal yang sudah kita lakukan setelah tahun lalu jadi delegasi Y20. Hal seperti itu penting kita ceritakan," ujarnya.

"Supaya teman-teman negara lain, kalau belum ke terkoneksi pemerintahannya, mereka bisa punya dorongan yang sama. Karena hal ini (Y20) sulit kalau enggak kita lihat kemanfaatannya. Peningkatan lah, untuk fasilitasi pemuda di kebijakan publik, di DPR, politik," tambah dia.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Penanganan COVID-19 RI Lebih Baik Dibanding AS Hingga Singapura

Puteri menilai dengan adanya banyak pemuda di parlemen, maka pemuda bisa mengangkat isu yang dekat dengan pemuda. Adapun mengawal terciptanya kebijakan yang tepat untuk masa depan.

"Isu dekat anak muda bisa kita bahas di DPR. Pangan, iklim, transisi digital, digitalisasi seperti perlindungan data pribadi hingga keuangan. Kita bisa bawa isu generasi muda sehingga 30-40 tahun lagi, ketika kita pegang puncak kepemimpinan, kita tidak menyesali kebijakan yang kita ambil hari ini," pungkasnya. (sumber)

fokus berita : #Puteri Komarudin