20 Juli 2022

Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Barat Belum Greget, Ade Puspitasari: Padahal Potensi Pariwisata Besar

Berita Golkar - Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspitasari, melihat meski roda pereonomian sudah berputar usai pandemi covid-19, namun masih belum dikatakan normal.

“Memang belum bisa dibilang kembali ke keadaan normal. Tapi harus kita apreseasi geliat ekonomi itu ada,” kata Ade Puspitasari.

Ade Puspitasari melihat, pergerakan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat belum greget juga terbilang lambat.

Baca Juga: Prihatin KKB Papua Bantai Ustadz dan Pendeta, Ace Hasan Minta Pendakwah Dilindungi

Untuk itu, Ade Puspitasari meminta, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil agar bisa mengejar ketertinggalan dan menuntaskan janji kampanye berikut program-programnya.

“Kita juga tidak bisa meraba atau memprediksi apa kesulitan yang dihadapi pak gubernur. Ya baru bisa kita lihat performa kerjanya pada akhir tahun mendatang,” kata Ade Puspitasari.

Salah satu cara untuk menambah pendapatan adalah menggenjot sekto pajak. Di antaranya pajak bumi bangunan (PBB), restribusi parkir, pajak air tanah, pajak hiburan dan pajak restoran dan kafe.

Beberapa sektor pajak yang bisa digenjot sekarang diantanya pajak restoran dan pajak hiburan.

“Ini masih bisa digenjot untuk sumber pendapatan,” kata Ade Puspitasari.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Minyak Sawit Punya Posisi Strategis Di Tengah Krisis Pangan dan Energi Global

Anggota Fraksi Partai Golkar ini menilai, Jawa Barat sebagai bertujuan pariwisata, maka harus mampu mendongkrak perekonomian.

Hal ini, bisa dilakukan dengan koordinasi bersama lintas daerah. Misalnya untuk wilayah Bandung Raya. Bersama Kabupaten Bandung, Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

“Ini harus dibuat rencana aksi yang diwujudkan dengan program bersama untuk mengembangkan pariwisata. Kan sayang, padahal Jabar potensi pariwisatanya besar,” kata Ade Puspitasari. (sumber)

fokus berita : #Ade Puspitasar