22 Juli 2022

Diikuti 80 Peserta Dari Bontang-Kutim, Hetifah Gelar Bimtek Konten Kreator Promosikan Pariwisata

Berita Golkar - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Anggota DPR RI dapil Provinsi Kaltim Hetifah Sjaifudian, menggelar pelatihan yang dikemas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Konten Kreator untuk mempromosikan pariwisata.

"Konten kreator mempunyai peran penting dalam mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Hetifah saat menjadi narasumber di Bimtek dengan tema 'Optimalisasi Peran Konten Kreator dalam Menyosialisasikan Standar Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kaltim' yang digelar di Bontang, Kamis.

Bimtek yang diikuti oleh 80 orang kreator dari Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur ini merupakan seri lanjutan dari pelatihan serupa yang sebelumnya digelar di Kota Samarinda.

Baca Juga: Agun Gunandjar Serahkan Bantuan Rp.100 Juta Untuk Bangun Masjid Agung Al-Qausain Banjarsari

Hetifah yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyampaikan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menempati posisi tertinggi di Kaltim, karena didukung oleh rasio kepemilikan handphone dan komputer yang memang cukup banyak.

Ditambah lagi dengan langkah percepatan infrastruktur digital oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga hal ini makin mendukung warga Kaltim dalam pemanfaatan teknologi informasi.

"Pasar digital di Indonesia sangat besar. Industri konten kreatif memiliki potensi yang luas dan masih terbuka, sehingga kita harus dapat memaksimalkan berbagai platform digital," ucap politisi Partai Golkar ini.

Baca Juga: Idris Laena Segera Lantik Ustadz Reza Zulkifli Jadi Ketua Satkar Ulama Sumbar

Selain Hetifah, hadir sebagai narasumber dalam bimtek ini adalah Oni Yulfian selaku Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Kemenparekraf, Ahmad Aznem selaku Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Bontang, dan Wahyu Aurora yang merupakan Profesional Videographer dan Konten Kreator.

Menurut Oni Yulfian, Pemerintah RI telah mengeluarkan UU Nomor 11 tahun 2020, guna memberikan kemudahan bagi dunia usaha termasuk pariwisata untuk berkembang, terutama dengan banyaknya kemudahan dalam perizinan.

"Hal yang menjadi catatan utama adalah standarisasi. Kalau dulu standar usaha terpisah dan tidak menjadi keharusan, namun sekarang menjadi keharusan. Sedangkan tingkat risiko tergantung pada tingkat fatalitas dan frekuensinya," kata Oni.

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Sukabumi, Dewi Asmara Ajak UMKM Ciambar Gemakan One Produk One Desa

Menurutnya, peran para konten kreator memberikan kontribusi besar untuk penyampaian hal-hal terkait pariwisata dengan penyampaian yang menarik, sehingga ia minta peserta serius menyimak ilmu yang diberikan narasumber dalam pelatihan tersebut. {sumber}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Hetifah