26 Juli 2022

Jaga Suara Partai Tetap 2 Besar, Akbar Tandjung Turun Gunung Sosialisasikan Golkar dan Airlangga

Berita Golkar - Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung menegaskan, siap membantu menyosialisasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di seluruh tingkatan kepengurusan partai berlambang beringin.

Politisi senior Golkar ini ibarat turun gunung mengingat dia sudah lama tidak berkiprah langsung di Partai Golkar. Akbar Tanjung prihatin suara Golkar terus menurun dari Pemilu ke Pemilu, maka sekarang dia ingin membantu untuk mengangkat kembali Golkar.

"Saya akan membantu menyosialisasikan kepada seluruh tingkatan kepengurusan Partai Golkar," kata Akbar dalam keterangan persnya, Senin, (25/7/2022).

Baca Juga: Gandung Pardiman: Kejujuran Itu Kunci Keberhasilan Pemimpin Mengemban Amanah Rakyat

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 1999 - 20024 ini berharap, KIB dapat bekerja sama dengan baik dalam rangka menghadapi berbagai agenda politik jelang Pemilu 2024. "Partai-partai yang bergabung dengan KIB dapat meraih dukungan suara terbesar," tegas Akbar Tanjung.

Khusus Partai Golkar, ia mengingatkan untuk dapat meraih jumlah kursi maksimal di parlemen. Dalam dua pemilu terakhir, ia menilai, Partai Golkar terus mengalami kemunduran jumlah kursi di Parlemen. Pada pemilu 2014 Golkar mendapatkan 91 kursi dan Pemilu 2019 hanya memperoleh 85 kursi. "Terus pro aktif melakukan kampanye, setidaknya masuk dua besar perolehan kursi parlemen," tutupnya.

Diketahui, pada 4 Juni 2022, tiga ketua umum partai politik secara resmi menandatangani nota kesepahaman dibentuknya KIB di Jakarta. Penandatanganan itu dilakukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Baca Juga: DJP Terapkan NIK Jadi NPWP, Puteri Komarudin: Terobosan Bagus Untuk Perkuat Basis Data Perpajakan

Alasan KIB dibangun, disebut demi menghentikan politik identitas, diharapkan masyarakat tidak terbelah serta untuk kepentingan rakyat yang bersatu.

Tiga pimpinan partai politik itu juga menyepakati bahwa koalisi masih terbuka untuk partai politik lainnya yang ingin bergabung. Mereka juga bersepakat bahwa koalisi belum akan membahas calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung. {sumber}

fokus berita : #Akbar Tandjung