26 Juli 2022

Sempat Terhenti, Robert Kardinal Pastikan Proyek Jembetan Kiruru Papua Barat Rampung

Berita Golkar - Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Robert Joppy Kardinal mengatakan pengerjaan proyek pembangunan Jembatan Kiruru, Tambatan Perahu Kampung Kiruru Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, sempat terhenti. Meski demikian, proyek itu saat ini sudah rampung dikerjakan.

“Informasi yang saya dapat sudah selesai (pembangunannya). Memang terlambat dua kali adendum, karena cuaca, tetapi sudah selesai. Saya tanya ke anggota DPRD yang ada di Kaimana mengecek,” kata Robert kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat ini mengaku tidak tahu tepatnya pembangunan proyek Jembatan Kiruru selesai. “Saya tidak tahu selesainya kapan, tetapi saya tanya, cek itu darmaganya bagaimana? Dijawab memang dua kali adendum karena persoalan cuaca. Kalau cuaca memang sulit ya, tetapi sudah selesai,” tuturnya.

Baca Juga: Baim Wong Daftarkan Paten Citayam Fashion Week, Maman Abdurrahman: Jangan Mentang-Mentang Bocah Citayam Polos

Dia mengatakan saat ini Jembatan Kiruru sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melintas atau memperlancar aktivitas di Kabupaten Kaimana. “Pasti bermanfaat, kan sebelum dibuat sudah ada kajian, studinya yang bagus soal apa manfaatnya dari jembatan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaimana, Irsan Lie mengatakan persoalan keterlambatan pembangunan Jembatan Kiruru sudah disampaikan oleh DPRD kepada pemerintah daerah (pemda). Menurutnya, terdapat keterlambatan dalam sejumlah proyek fisik yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaimana selama kurun waktu 2021.

“DPRD sebagai representasi dari rakyat telah membentuk pansus LKPJ dan selanjutnya telah memberikan 22 rekomendasi pokok-pokok pikiran dewan ke pemerintah daerah, salah satunya yakni keterlambatan proyek pembangunan Jembatan Kiruru,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Gaya TM Nurlif dan H Mukhlis Bakar Semangat Kader dan Fungsionaris Golkar Bireuen

Fraksi PDI Perjuangan sempat bertanya kepada bupati Kaimana saat laporan pendapat akhir tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Kaimana tahun anggaran 2021, bahwa pembangunan jembatan rakyat di Kampung Kiruru sampai saat ini belum selesai dikerjakan.

“Faktanya dinas terkait sudah mencairkan dana kegiatan hampir 100 persen dari nilai kontrak pada Desember 2021,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kaimana, Sunny Syamsu mengatakan dalam pelaksanaan pembangunan tambatan perahu telah dilaksanakan adendum pekerjaan sebanyak dua kali. Sebab, tenggat yang diatur dalam dokumen kontrak tidak dapat dipenuhi oleh rekanan tersebut.

Baca Juga: Soal Mosi Tidak Percaya, Muhidin M Said: DPP Bakal Mediasi Nurdin Halid dan Taufan Pawe

“Walaupun sudah dua kali dilakukan adendum dan tenggat yang diatur dalam adendum kedua juga sudah terlampaui dan tambatan perahu tersebut belum juga selesai,” katanya.

Untuk itu, Sunny mengatakan Fraksi Partai Golkar DPRD Kaimana berpendapat pembangunan tambatan perahu tersebut dilakukan pemeriksaan menyeluruh agar didapatkan kondisi sesungguhnya.

“Apabila ditemukan penyimpangan dalam pembangunan tambatan perahu tersebut, Fraksi Partai Golkar merekomendasikan agar tambatan perahu dibongkar atau diproses hukum,” ucapnya. {sumber}

fokus berita : #Robert Kardinal