27 Juli 2022

Bayi di RSUP Wahidin Meninggal Diduga Salah Suntik, Rahman Pina Minta Diusut Tuntas

Berita Golkar - Ketua Komisi E DPRD Sulsel Rahman Pina, merespons keras dugaan salah suntik tim medis di RSUP Wahidin Sudirohusodo yang membuat bayi satu bulan meninggal dunia. Kendati keluarga dan pihak rumah sakit sudah berdamai, namun Rahman Pina tetap meminta kasus ini diusut tuntas.

“Sangat mulia hati keluarga bayi ini, bisa ikhlas menerima apa yang telah terjadi. Saya salut, memberi apresiasi tinggi. Ini luar biasa,” kata Rahman Pina dalam keterangan tertulis yang diterima Boneposcom, Rabu (27/7/2022). Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini menilai, salah suntik tim medis tidak bisa ditolerir.

“Ini tak boleh terulang lagi. Sangat fatal, ini soal nyawa manusia. Tak bisa ditolerir karena kesalahan suntik. Bukan cuma perawat atau bidan yang salah suntik, tapi juga manajemen rumah sakit. Bagaimana bisa rumah sakit sekelas RS Wahidin ada petugas medisnya salah suntik. Kalau di RS Wahidin saja bisa seperti ini, bagaimana rumah sakit lain,” sesalnya.

Baca juga: Aliong Mus Ajak Masyarakat Taliabu Dukung Ahmad Hidayat Mus di Pilgub Malut 2024

Atas dasar itu, legislator Golkar ini mendesak aparat hukum agar bisa mengusut kasus ini. Begitupun organisasi profesi seperti IDI, agar tidak mendiamkan kasus ini karena dianggap telah berdamai.

“Terkuaknya kasus ini di RS Wahidin, sekaligus membuka mata kita, bahwa apa yang dilakulan tenaga kesehatan tidak selamanya benar. Hanya saja, pengetahuan masyarakat umum sangat terbatas,” ucapnya.

Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, kata Rahman Pina, akan terus memantau penanganan kasus bayi salah suntik ini dan mengagendakan untuk menggelar rapat dengar pendapat. Pihak DPRD akan memanggil Dirut RS Wahidin dan IDI serta organisasi profesi terkait, serta Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Sidik Jafar Ancam Sanksi Tegas Kader Golkar Sumedang Yang Bermain Dua Kaki

Sebelumnya, seorang bayi berusia satu bulan, D, meninggal dunia dengan kondisi badan membiru setelah menerima suntikan dari perawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak rumah sakit memberi santunan kepada keluarga bayi malang itu, namun dikembalikan ke pihak rumah sakit oleh kakek D, Kakek D, tidak bisa menerima nilai uang sebagai santunan nyawa cucunya. {sumber}

fokus berita : #Rahman Pina,