28 Juli 2022

Gubernur Ansar Ahmad Wajibkan Pegawai di Kepri Kenakan Baju Kurung Melayu dan Kain Sampin

Berita Golkar - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta seluruh pegawai menggunakan baju kurung Melayu dengan kain sampin dan tanjak atau topi khas setempat jenis Dendam Tak Sudah setiap hari Jumat mulai 29 Juli 2022.

Hal ini sesuai surat edaran (SE) Gubernur Kepri Ansar Ahmad tentang tertib pemakaian baju kurung Melayu dan tanjak bagi pegawai di lingkungan Pemprov Kepri yang diterbitkan 28 Juli 2022.

"Iya, SE Gubernur Kepri itu memang betul, dan sudah disebarkan kepada masing-masing Kepala OPD," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri Hasan di Tanjungpinang, Antara, Kamis, 28 Juli.

Baca Juga: Dikomandoi Jerry Sambuaga, AMPI Siap Jadi Garda Terdepan Bela Airlangga Dari Ancaman Haris Pertama

Hasan menyebut, SE tersebut juga berdasarkan Peraturan Gubernur Kepri Nomor 20 Tahun 2020 tentang pakaian dinas di lingkungan Pemprov Kepri.

Kebijakan itu dalam rangka mengembangkan dan melestarikan budaya Melayu dan nasional guna mendukung pembangunan berkelanjutan serta mewujudkan rasa nasionalisme dan semangat Bhineka Tunggal Ika,

Maka perlu diimplementasikan pemakaian baju kurung Melayu, kain sampin, dan tanjak jenis Dendam Tak Sudah, sandal capal/sepatu fantopel warna hitam bertali bagi pria dan sepatu/sandal hak bagi wanita serta atribut lainnya sesuai ketentuan.

Baca Juga: Dorong Musa Rajekshah Maju Cagub Sumut di Pemilu 2024, KKPG: Kuncinya Kompak

"Namun, khusus pegawai yang bertugas di lapangan dan pelayanan kesehatan tetap menggunakan pakaian khusus operasional masing-masing," ungkap Hasan.

Hasan melanjutkan, sesuai SE Gubernur, setiap Kepala OPD diharapkan dapat melakukan pengawasan pelaksanaan edaran itu di unit kerja masing-masing. "SE Gubernur Kepri ini mulai diberlakukan, besok," kata Hasan menegaskan. {sumber}

fokus berita : #Ansar Ahmad