02 Agustus 2022

Mukhtarudin: Lonjakan Inflasi Global Gerus Daya Beli Masyarakat Menengah ke Bawah

Berita Golkar - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Mukhtarudin, menyoroti soal meningkatnya inflasi di Indonesia. Sehingga, hal tersebut tentu akan menggerus daya beli masyarakat.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Indonesia per Juli 2022 sebesar 0,64 persen atau meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,61 persen (mtm). Secara tahunan (yoy), inflasi tembus 4,94 persen atau tertinggi sejak 2015.

"Penyebab tekanan inflasi di Indonesia karena dampak dari inflasi global yang terjadi di tengah krisis geopolitik akibat perang Rusia Ukraina. Saya kira Inflasi ini sangat berdampak bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Lonjakan inflasi tentu akan menggerus daya beli masyarakat miskin," kata Mukhtarudin kepada Borneonews, Selasa, 2 Agustus 2022.

Baca Juga: Mukhtarudin: Perkuat Nilai-Nilai Kebangsaan Untuk Bendung Dampak Negatif Arus Globalisasi

Oleh sebab itu, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kalteng ini berharap agar pemerintah dapat menjaga dan mengambil langkah atas inflasi yang cetak rekor pada Juli 2022 ini, agar tidak melonjak terlalu tinggi.

"Saya berharap pemerintah dan bank indonesia harus pastikan inflasi ini masih terjaga di kisaran target," beber Mukhtarudin.

Mukhtarudin menyampaikan, agar pemerintah mengantisipasi ke depan dalam konteks harga komoditas pangan, karena inflasi komponen pangan ini sangat berpengaruh terhadap angka kemiskinan, mengingat kurang lebih 70 persen konsumsi masyarakat miskin adalah untuk makanan.

Baca Juga: Ketum Ormas MKGR Adies Kadir Dorong Ryan Kono Maju Calon Walikota Gorontalo di Pilkada 2024

"Dampak dari inflasi harus dimitigasi oleh pemerintah agar transmisi dampak ke rumah tangga selalu terjaga," pungkas Mukhtarudin.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi Indonesia periode Juli 2022, pada Senin, 1 Agustis 2022. Hasilnya tidak jauh dari ekspektasi, dan inflasi semakin tinggi.

Kepala BPS Margo Yuwono melaporkan laju inflasi domestik bulan lalu adalah 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih tinggi dibandingkan Juni 2022 yang sebesar 0,61 persen.

Baca Juga: Beri Ambulans ke YKMPI GBI Batam, Cen Sui Lan: Negara Hadir Untuk Semua Kelompok Masyarakat

Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), laju inflasi terakselerasi. Inflasi Juli 2022 tercatat 4,94 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang 4,35 persen sekaligus jadi yang tertinggi sejak Oktober 2015.

Terkait perkembangan harga komoditas global, indeks harga komoditas global terlihat sejak Februari sampai Juni baik itu energi, makanan, pupuk, menunjukkan adanya peningkatan. Demikian pula harga pangan, sejak semester I-2022 trennya cenderung mengalami peningkatan. {sumber}

fokus berita : #Mukhtarudin