04 Agustus 2022

Gubri Syamsuar: Kearifan Lokal Jadi Modal Utama Antisipasi Dampak Negatif Globalisasi

Berita Golkar - Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam potensi budaya. Kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini merupakan modal untuk mengantisipasi dampak negatif dari globalisasi, seperti pudarnya semangat gotong royong, turunnya rasa solidaritas dan kepdulian, serta hilangnya rasa kesetiakawanan sosial.

Hal itu diungkapkan Gubernur Riau Syamsuar dalam webinar BerAKHLAK Seri ke-5 dengan tema ‘Harmonis dalam Kebhinekaan Melalui Nilai-nilai Kearifan Lokal Budaya Melayu Mewujudkan Riau Unggul Menuju Indonesia Maju’ di Rumah Dinas Gubernur Riau, Kamis (4/8/2022).

“Kearifan lokal tak lain dapat dimanfaatkan sebagai memperkaya khazanah, sebagai upaya untuk mempersatukan perbedaan namun pada zaman ini era globalisasi dan modernisasi masuk dan mempengaruhi seluruh negara di dunia termasuk kearifan lokal yang ada di dalamnya,” kata Syamsuar dilansir mcr.

Baca Juga: Ketua Golkar Sumut Musa Rajekshah Renovasi 16 Rumah di Batubara

Gubernur Syamsuar menuturkan, di Indonesia kesadaran akan kearifan lokal mulai tumbuh subur saat ini, seiring dengan keterbukaan dunia dengan kemajuan teknologi informasi. “Kearifan lokal merupakan suatu kemampuan beradaptasi, menata dan menumbuhkembangkan pengaruh alam serta budaya lain yang menjadi motor penggerak transformasi dan penciptaan keanekaraman budaya Indonesia,” tuturnya.

Dengan tetap menjaga kearifan lokal yang luar biasa dimiliki bangsa Indonesia, menurut Syamsuar bisa mengantisipasi dampak negatif dari globalisasi. “Perubahan dunia yang cepat mampu mempengaruhi pola pikir manusia secara global, jika ini dibiarkan tentu akan mengikis nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki,” beber Gubri.

Dalam kesempatan itu, Gubri Syamsuar mengajak masyarakat untuk memelihara kearifan lokal, sebab merupakan ciri khas, etika dan nilai budaya dalam masyarakat lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi. {politiknesia}

fokus berita : #Syamsuar