10 Agustus 2022

Gandeng Dispora, Golkar Bekali Pemuda Aceh Agar Jadi Content Creator

Berita Golkar - Partai Golkar Aceh bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh mengadakan pelatihan content creator yang diikuti 60 pemuda se Aceh selama tiga hari di Hotel Grand Aceh Syariah pada Senin (8/8).

Wakil Sekretaris Partai Golkar Aceh, Muazzamsyah mengatakan, pelatihan ini sebagai ajang muatan kreasi melalui ide dalam membuat seorang sebagai youtuber bagi pemuda-pemudi yang menjiwai lewat kreasianya.

Ini sebagai wadah kreatifitas pemuda pemudi se Aceh untuk lebih mengenal audio visual melalui kreasi para peserta yang menjiwai kreatifitas dalam membuat konten yang dapat membawa nilai jual yang positif.

Baca Juga: Ujang Komarudin: Dukungan Untuk Airlangga Bermunculan, Angin Segar Bagi KIB

“Kita dibantu anggaran melalui Wakil Ketua DPRA Hendra Budian yang begitu serius ingin membantu pemuda dan pemudi di Aceh dalam membuat content yang bagus,” ungkapnya.

Untuk kegiatan ini didatangkan pemateri dari Muhammad Prakoso dari Infokom Sumut, dengan tema kiat menjadi Youtuber, Siddiq Wira Nanda -!mempublikasikan video dan Fahry Purnama terkait konten yang telah diproduksi.

Kadis Pemuda dan Olahraga Aceh, Dedy Yuswadi mengatakan, pelatihan ini sebagai pengembangan kewirausahaan pemuda yang dikembangkan oleh kementrian pemuda dan olahraga sesuai undang-undang nomor 40 tahun 2009 dimana mampu membawa daya saing serta unggul dalam percaturan dunia.

Baca Juga: Bamsoet Ingatkan Pentingnya Antisipasi Krisis Ekonomi Global

Ini menjadi sebuah karir baru menjadi profesi impian banyak anak milenial untuk memikat perhatian banyak orang dalam menunjukkan bakatnya, ataupun sesederhana mengerjakan untuk mendapatkan pemasukan.

Menurutnya, keberadaan media sosial menciptakan istilah baru yaitu membuat content creator yang menciptakan konten kreatif dan dipamerkan melalui berbagai platform media sosial yang dibuat baik seseorang maupun sekumpulan orang tertentu saja.

Sementara Kabid Kepemudaan Dispora Aceh selaku Ketua Pelaksana, Syaifullah menyebutkan, acara ini meningkatkan skill pemuda untuk membuat konten kreatif di media sosial. Meningkatkan pengetahuan pemuda tentang literasi digital. “Sebagai pemasukan baru bagi pemuda kreatif serta berdaya saing sesuai tuntutan zaman dan melek teknologi secara global,” jelasnya. {sumber}

fokus berita : #Muazzamsyah