15 Agustus 2022

Dukung Menperin Tingkatkan Ekspor TPT, Mukhtarudin: Penting, Karena Industri Tekstil Sektor Padat Karya

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengajak para pelaku industri tekstil di tanah air terlibat aktif mengambil peran dalam melakukan pembaruan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Hal itu disampaikan Mukhtarudin menanggapi positif Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita yang optimis industri tekstil dan produk tekstil (TPT) akan memperluas pasar ekspor secara agresif dengan target capaian sebesar 13-14 Milliar dollar as sepanjang 2022.

Untuk itu, Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini berharap wacana peningkatan kompetensi tenaga kerja tersebut guna mendorong peningkatan pertumbuhan sektor industri prioritas, termasuk industri dan produk tekstil.

Baca Juga: Bamsoet Dorong Perusahaan Swasta Dukung Ketahanan Pangan Nasional

“Jadi, saya berharap peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu terus dilakukan dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0,” beber Mukhtarudin, Senin, (15/8/2022).

Anggota Banggar DPR RI ini menjelaskan Revolusi Industri 4.0 sangat berdampak pada industri dan produk tekstil tanah air. Sehingga, lanjut Mukhtarudin, harus dilakukan langkah yang tepat dalam mendukung kualitas SDM pekerja tekstil agar siap menghadapi transformasi tersebut.

“Ini penting karena tekstil industri sektor padat karya yang merupakan sektor industri yang potensial kita,” pungkas Mukhtarudin.

Untuk diketahui, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kinerja industri TPT juga diharapkan tetap tinggi, terutama didorong oleh pertumbuhan pesat penjualan melalui platform e-commerce serta kesadaran konsumen akan prinsip-prinsip sustainability pada proses produksi tekstil.

Baca Juga: Dorong Transformasi Ekonomi, KIB Ingin Wujudkan Indonesia Sehat 3S

“Seiring dengan komitmen penurunan karbon dan konsumsi air dalam proses produksinya,” ungkap Menperin.

Agus bilang dari sisi komoditas, prinsip sustainability juga didorong dengan penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan serta penerapan prinsip circular economy. “Adanya Making Indonesia 4.0 akan mendorong transformasi industri tekstil bisa lebih berdaya saing dan berinovasi tinggi sehingga dapat bersaing dan menjawab permintaan pasar global,” imbuh Agus.

Dalam upaya mempercepat implementasi industri 4.0, industri TPT diharapkan dapat memanfaatkan beberapa teknologi kunci untuk memenangkan persaingan global, antara lain artificial intelligence, novel fabrics, Internet of things (IoT), Rapid Data Analysis for Quick Adaptation, mobile commerce, virtual and augmented reality (VR), online vector editors, 3D printing, blockchain dan sustainability.

Baca Juga: Doakan Airin Rachmi Diany Jadi Gubernur, KH Samsul Bahri: Insya Allah Banten Lebih Maju

Di samping itu, Kemenperin telah menginisiasi langkah strategis berupa program substitusi impor 35% tahun 2022 untuk mendorong peningkatan utilisasi industri existing, sekaligus peningkatan investasi di Indonesia, baik investasi baru maupun perluasan.

Kemenperin juga melaksanakan program restrukturisasi mesin/peralatan pada industri penyempurnaan kain dan industri pencetakan kain sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 18 Tahun 2021.

“Upaya ini telah terbukti meningkatkan kapasitas produksi sebesar 21,75 persen, peningkatan realisasi produksi 21,22 persen, efisiensi energi sebesar 11,86 persen, serta peningkatan volume penjualan baik dalam negeri maupun ekspor sebesar 6,65 persen,” sebut Agus. {sumber}

fokus berita : #Mukhtarudin