07 September 2022

Bobby Rizaldi Sentil KSAD: Pak Dudung Suka Heboh! Sejak Jadi Pangdam Jaya Selalu Kontroversial

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menanggapi pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang menyebut DPR terkadang bertanya hal tidak jelas dan di luar topik yang dibahas.

Pernyataan itu disampaikan Dudung merespons isu adanya keretakan dirinya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang mencuat di rapat Komisi I DPR.

Bobby membalas Dudung yang kadang-kadang suka bikin heboh. Menurutnya, Dudung kerap menuai kontroversi sejak menjabat Pangdam Jaya.

"Pak Dudung ini kadang-kadang suka heboh, ternyata belum berubah. Mulai dari tahun 2020 saat menjadi Pangdam Jaya, sampai sekarang kerap menuai kontroversi," kata Bobby saat dihubungi, Rabu (7/9/2022).

Baca Juga: Ace Hasan Minta Pemerintah Mutakhirkan Data BLT BBM Agar Akurat dan Tepat Sasaran

Bobby meminta Dudung lebih bijaksana dalam memberikan pernyataan di hadapan publik. Di sisi lain, lanjut Bobby, para anggota Dewan di Komisi I DPR, yang bermitra dengan Kemenhan dan TNI, banyak yang turut memberi dukungan terhadap TNI.

"Hendaknya sebagai pejabat publik lebih bijaksana dalam memilih kata-kata baik dalam membuat pernyataan maupun merespons suatu hal yang nantinya dikutip media publik," ujarnya.

"Pun dalam soal ini, kan banyak teman-teman DPR mendukung TNI AD, kalaupun ada yang dianggap bertanya tidak jelas itu kan sangat subjektif, nggak begitulah harusnya, tidak semua anggota Komisi I begitu," imbuhnya.

Ketua DPD Golkar Sumsel ini berharap Dudung dapat lebih peka dalam berkomunikasi kepada publik.

"Semoga ke depan Pak Dudung bisa lebih peka dalam komunikasi publik. Niat atau pemikiran yang baik perlu disampaikan dengan komunikasi publik yang baik juga," ucap dia.

Baca Juga: Cegah Korupsi Dana Desa, Supriansa Apresiasi Program Kejagung ‘Jaksa Menyapa’

Sebelumnya, Jenderal Dudung Abdurachman menyoroti isu keretakan dirinya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang mencuat saat rapat di DPR. Dudung menyebut DPR kadang bertanya hal tidak jelas dan di luar topik yang dibahas.

Dudung menyebut isu keretakan yang disampaikan oleh Effendi Simbolon saat rapat Komisi I DPR dengan Panglima TNI mengada-ada.

"Makanya, saya kadang-kadang, kalau kita rapat RDP (rapat dengar pendapat) itu, biasanya topik sudah ditentukan yang akan dibahas, masalah anggaran. Terkadang tidak fokus pada pertanyaan atau bahasan itu. Menanyanya yang nggak jelas aja," kata Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (7/9).

Dudung menegaskan hubungannya dengan Andika baik-baik saja. Dudung menjawab asumsi yang menyebut jika ada Panglima TNI, pasti tidak ada KSAD.

Baca Juga: Ketua DPRD Buru, Rum Soplestuny Ajak Semua Pihak Awasi Distribusi Solar dan Pertalite

"Saya dengan Panglima TNI sampai sekarang masih baik-baik saja. Tidak ada perbedaan apa pun," kata dia.

"Itu (isu Panglima TNI dan KSAD tak pernah bersatu) kan orang-orang yang harus kita waspadai, ancaman-ancaman internal yang suka mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa model-model begitu itu," ujarnya.

Dudung menegaskan semua anggota TNI saat ini masih solid. Bahkan, dia menyebutkan, sejak isu keretakan muncul, dia sudah berkomunikasi dengan Andika. Namun, kata Dudung, hingga kini dia dan Andika belum bertemu secara langsung.

"Beliau ada kesibukan, kan mau ke luar negeri, saya belum sempat. Tapi saya sudah SMS-an, nggak ada masalah, nggak ada yang dipermasalahkan," pungkasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Bobby Adhityo Rizaldi