12 September 2022

Bobby Rizaldi Minta Sosok Hacker Bjorka Segera Diungkap dan Ditangkap

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Bobby Rizaldi angkat suara terkait polemik hacker Bjorka yang ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) khususnya Twitter usai membocorkan data pribadi sejumlah pejabat. Hacker Bjorka termasuk mengungkap kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

Atas ungkapan hacker Bjorka itu, Bobby mendesak Badan Siber Sandi Negara (BSSN) termasuk Siber Polri menelusuri siapa sebenarnya di balik hacker Bjorka itu. Tak hanya itu, Bobby meminta sosok hacker Bjorka ditangkap.

“Perlu aparat membuka siapa sosok di balik hacker Bjorka ini. Jika menilik sesuai Perpres 28 tahun 2021, BSSN bisa melakukan tugas pemerintahan di bidang kamsiber, segera bertindak, investigasi, menelusuri dan bersama divisi Cyber Crime Polri dengan menangkap pelakunya,” ujar Bobby pada Lintas Parlemen,Senin (12/9/2022).

Dengan tegas, Bobby mengulangi desaknya bahwa publik saat ini menunggu BSSN dan Siber Polri siap menangkap pemilik akun Bjorka tersebut. Tujuannya, polemik segera diakhiri.

Baca Juga: Peduli Kebersihan Kota Santri, Ormas MKGR Bersih-Bersih Alun-Alun Jombang

“Pihak terkait perlu segera menangkap Bjorka oleh BSSN leading sector nya bersama div cyber crime Polri. Di mana, publik telah menunggu dua lembaga ini agar siap melakukan tugasnya,” terang Bobby.

Diketahui, hacker Bjorka sebelumnya telah mengumbar data yang bocor di Medsos bahkan menjual data pengguna dengan registrasi data SIM card prabayar yang berisikan NIK, nomor telepon, nomor KK serta tanggal registrasi.

Hacker Bjorka itu sangat berani membeberkan data yang sangat rahasia yang juga sangat pribadi milik Menkominfo Johnny G Plate. Bahkan ia mengaku punya dokumen rahasia Presiden Jokowi.

Yang terakhir, hacker Bjorka tanpa beban ungkap otak di balik pembunuhan aktivis Munir di tahun 2004. Ketua DPR RI Puan Maharani, Buzzer Denny Siregar termasuk Menteri BUMN Erick Thohir juga dibeberkan.

Baca Juga: Jalankan Perintah Airlangga, Kader Partai Golkar Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Mentawai

Sayangnya, hingga kini cuitan @bjorkanism sudah tidak aktif lagi. Bahkan sudah bisa diakses. Kini tinggal jejak digital yang tersisa.

Untuk itu, Bobby menyebut Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjamin kerahasiaan data lembaga negara termasuk data swasta yang berkewajiban melindungi data WNI. Sayang UU itu, hingga kini belum juga disahkan juga.

Politisi Partai Golkar itu angat berharap, melalui UU itu perlu dibangun Comp Security Incident Response Team (CSIRT). Tujuannya agar kebocoran data pribadi ke depannya dapat dicegah.

“Dalam UU PDP itu dalam draft-nya akan memastikan tiap pengendali data lembaga publik, lembaga negara dan pihak swasta berkewajiban melindungi data WNI. Termasuk yang diatur adalah koordinasi antar lembaga dan antar negara bakal diatur juga di UU ini. Rencananya, di tahun 2023 tahun depan Pemerintah segera membangun CSIRT dengan BSSN sebagai koordinator bersama Deputy VI BIN dan Kemenkominfo. Kita berharap semoga CSIRT ini terbentuk, kebocoran data bisa dicegah sedini mungkin untuk dilindungi,” papar Bobby. (sumber)

 

fokus berita : #Bobby Rizaldi