01 Oktober 2022

Ini Dia 3 Makanan Tradisional Kesukaan Airlangga Hartarto!

Berita Golkar - Beberapa waktu yang lalu, Menko Airlangga Hartarto datang pada pameran Jaga Warisan Nusantara atau yang lebih dikenal dengan Jagantara. Pada kesempatan tersebut, Airlangga Hartarto mencicipi berbagai makanan khas tradisional.

Makanan tradisional favorit beliau adalah kue tradisional pancong dan makanan khas Yogyakarta yaitu Gudeg. Menurut Menko Airlangga Hartarto, Indonesia memiliki banyak sekali makanan tradisional yang serupa dengan dessert atau cemilan yang bisa dikonsumsi berbarengan dengan kopi maupun teh.

Lebih lanjutnya, beliau menambahkan bahwa makanan Indonesia sangat kaya akan rasa. Airlangga Hartarto juga menambahkan bahwa terdapat berbagai jenis makanan tradisional yang bisa dikenalkan ke seluruh dunia, apalagi jika packagingnya tahan lama, tidak mudah rusak dan juga menarik.

Baca Juga: Nurul Arifin: Golkar Kota Tangerang Raih 10 Kursi, Sachrudin Melenggang Jadi Walikota

Pada kesempatan lainnya, Menko Airlangga Hartarto mencoba kenikmatan Soto Rumput saat berkunjung ke Salatiga. Beliau menyatakan merupakan penggemar dari masakan ini, dan sangat senang mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan pemilik Soto Rumput.

Penasaran apa saja keunikan makanan-makanan yang disukai oleh Airlangga Hartarto? Yuk simak pembahasannya.

Kue Tradisional Kesukaan Airlangga Hartarto, Pancong

Kue Pancong atau kadang lebih dikenal dengan nama Bandros merupakan kue manis gurih yang memiliki bahan dasar kelapa dengan dicetak dalam cetakan pukis. Kue yang satu ini memiliki tekstur yang renyah tapi lembut di dalam. Kue ini paling enak disajikan ketika kondisi hangat dengan ditaburkan gula pasir.

Baca Juga: HUT Ke-58 Golkar, IIPG Gelar Beauty Make Up Class Bekali Kader Perempuan Keahlian Merias

Kue yang satu ini merupakan kue khas Betawi, terdapat banyak versi terkait asal dari nama ‘Pancong’. Ada orang yang mengatakan bahwa nama ‘Pancong’ berasal dari bahwa Betawi. Namun, ada juga orang yang berpendapat bahwa ‘Pancong’ sebenarnya adalah singkatan dari ‘Pantatnya Dicongkel’.

Penjelasan kedua yaitu ‘Pantatnya Dicongkel’ cukup masuk akal karena saat proses pembuatan kue Pancong, penjual menggunakan tongkat berbahan dasar besi untuk mencongkel kue yang sudah terlihat matang.

Bahan-bahan untuk membuat kue pancong terdiri dari 250 gram tepung beras, 250 gram kelapa setengah tua dengan diparut memanjang, 700 milliliter santan kelapa, 5 sendok makan gula pasir dan 1 sendok teh garam.

Untuk cara pembuatannya adalah mencampur gula, garam, tepung beras dan kelapa parut. Langkah kedua adalah menuang santan jangan terlalu banyak dengan terus diaduk. Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah memanaskan cetakan dengan mengolesi minyak.

Baca Juga: Fraksi Golkar Kecewa Bupati Purbalingga Tidak Komitmen Laksanakan Janji Kampanye

Langkah keempat, menuang adonan yang telah dibuat ke dalam cetakan, perhatikan untuk menggunakan api kecil dan ditutup selama 10 menit. Langkah selanjutnya adalah nyalakan api sedang selama 3 menit sampai bagian luar kue Pancong berwarna coklat dan terlihat garing.

Langkah selanjutnya adalah membalik kue pancong, tidak perlu ditutup dan nyalakan api kecil kurang lebih 3 menit. Hal terakhir yang harus dilakukan adalah congkel dan taburkan gula pasir.

Makanan Khas Tradisional Kesukaan Airlangga Hartarto, Gudeg

Siapa yang tidak kenal Gudeg? Tampaknya semua orang menyukai makanan manis dan gurih ini, tak terkecuali Menko Airlangga Hartarto. Menurut National Geographic, Gudeg awalnya tercipta pada abad 15 di Yogyakarta, tepatnya Kotagede. Makanan ini pertama kali muncul saat dibangunnya Kerajaan Mataram Islam pada alas Mentaok.

Baca Juga: Demi Kemenangan Pemilu 2024, Golkar Bengkulu Siap Kerja Keras Perjuangkan Tri Sukses

Menurut Murdijati Gardjito yang merupakan profesor Pusat Kajian Makanan Tradisional menyatakan bahwa terdapat melinjo, nangka muda dan kelapa yang sangat melimpah sehingga mengakibatkan Gudeg dibuat oleh prajurit kerajaan.

Sama seperti asal Pancong, asal usul Gudeg juga memiliki berbagai versi. Versi lainnya adalah Gudeg pertama kali muncul saat terjadi penyerbuan ke Batavia oleh pasukan Sultan Agung di tahun 1726-1728. Dikabarkan bahwa prajurit-prajurit tersebut membawa Gudeg sebagai bekal perang.

Pembuatan Gudeg pun bisa kering ataupun berkuah. Bahan-bahan yang diperlukan adalah 1 kilogram nangka muda, 5 butir telur ayam rebus yang sudah dikupas, 2 lbr daun salam, 3 lbr daun jeruk, 3 cm lengkuas yang sudah dimemarkan, 120 gram gula jawa coklat tua, 1,5 liter santan sedang.

Baca Juga: Putri Komarudin Dorong BSI Jadi Motor Pengembang Keuangan Syariah

Lalu 500 milliliter santan yang kental, 8 btr bawang merah, 5 btr kemiri, 5 siung bawang putih, 1 potong terasi, 1 sendok makan ketumbar, ¼ sendok teh jintan, 2 sendok teh garam, sambal krecek, sambal bajak dan opor ayam.

Namun, Anda tidak perlu repot-repot membuat Gudeg sendiri karena sudah terdapat banyak restoran yang menyediakan Gudeg dengan rasa yang sangat enak seperti Gudeg Yu Djum Wijilan, Gudeg Permata Bu Narti, Gudeg Mercon Bu Tinah, Rumah Makan Gudeg Pawon, Gudeg Sagan, Gudeg Bu Hj. Ahmad, Gudeg Song Dji Bu Atmo Godean, Gudeg Bu Djuminten, Gudeg Yu Narni dan berbagai restoran Gudeg lain yang otentik.

Soto Rumput, Soto Khas Boyolali Kesukaan Airlangga Hartarto

Soto Rumput? Apakah ini berasal dari rumput yang biasa dimakan kambing lalu dibubuhi kuah soto. Ternyata tidak! Soto Rumput yang disantap oleh Menko Airlangga Hartarto di Salatiga merupakan cabang dari Soto Rumput Boyolali. Soto ini dinamakan Soto Rumput karena kabarnya warung tempat berjualan soto ini memiliki lokasi yang dekat dengan tempat untuk menjual rumput pakan sapi maupun kuda.

Baca Juga: Nurdin Halid: Golkar Siapkan Karpet Merah Jika Ridwan Kamil Ingin Bergabung

Terdapat berbagai pilihan soto seperti soto ayam, soto jeroan dan soto daging sapi. Soto yang satu ini tidak menggunakan santan, namun memiliki kaldu yang pekat sehingga bumbunya sangat terasa.

Biasanya soto ini disajikan dalam mangkok kecil dengan terdapat potongan daging. Selain soto, biasanya terdapat berbagai macam lauk pauk untuk menemani makan soto seperti tahu pong, sate kikil, sate telur, babat, telur puyuh, limpa, perkedel, paru, babat, sate cingur dan masih banyak lagi.

Jadi, apa makanan kesukaan Menko Airlangga Hartarto yang ingin kalian coba? (redaksi)

fokus berita : #Airlangga Hartarto