02 Oktober 2022

Simak Karir Cemerlang Airlangga Hartarto!

Berita Golkar - Siapa yang tidak mengenal Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto? Putra dari mantan Menteri era Orde Baru, Hartarto Sastrosoenarto ini memiliki segudang nilai untuk kita contoh sebagai masyarakat tentang bagaimana perjalanan hidupnya dari masa muda hingga kini yang bertabur dengan prestasi dan kecemerlangan.

Ia lulus dari kampus ternama, berhasil menjadi pebisnis yang sukses dan sekarang duduk dengan tanggung jawab besar menjadi Menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi. Penasaran bagaimana perjalanan karir Airlangga Hartarto? Yuk, jangan lupa discroll.

Akademis

Airlangga Hartarto lahir di Surabaya pada tanggal 1 Oktober 1962 dari pasangan R. Hartini Soekardi dan Harto Sastrosoenarto. Airlangga Hartarto remaja mengenyam pendidikan menengahnya di SMA Kolese Kanisius Jakarta.

Baca Juga: Nurul Arifin: Golkar Kota Tangerang Raih 10 Kursi, Sachrudin Melenggang Jadi Walikota

Sekolah ini merupakan salah satu sekolah bergengsi di bilangan Menteng yang menekankan dengan nilai 4C yaitu Competence, Compassion, Commitment dan Conscience. Saat bersekolah di Kolese Kanisius atau yang sering disebut CC, Airlangga Hartarto merupakan anak yang aktif baik dalam bidang akademis maupun organisasi, bahkan beliau pernah menjabat sebagai ketua OSIS.

Selanjutnya, memasuki masa pendidikan tinggi, Airlangga Hartarto berkuliah di Universitas Gadjah Mada. Kita semua tahu betapa bagusnya reputasi universitas ini. UGM terdiri dari 18 fakultas yang tersedia dan 278 program studi yang dapat dipilih, serta terdapat 339 guru besar.

Menurut Quacquarelli Symonds Ranking, Univ Gadjah Mada berhasil menduduki peringkat 1 universitas terbaik di Indonesia dan peringkat 231 di seluruh dunia dari 1.500 institusi terbaik. Airlangga Hartarto berkuliah di Fakultas Teknik UGM dan lulus pada tahun 1987. Seperti saat SMA, di masa kuliah Airlangga Hartarto juga sangat aktif dan sempat menjadi pimpinan Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga: HUT Ke-58 Golkar, IIPG Gelar Beauty Make Up Class Bekali Kader Perempuan Keahlian Merias

Atas prestasinya di bidang akademik, Airlangga Hartarto melanjutkan studinya ke Amerika dengan mengambil gelar Advanced Management Program dari Wharton School.

Universitas ini merupakan universitas bisnis terbaik berdasarkan US News & World Report, sementara menurut laporan Forbes universitas ini berada di peringkat 5 universitas bisnis terbaik dunia. Metode pendidikan di kampus ini menghasilkan banyak figur terkenal pada bidangnya seperti Elon Musk, Donald Trump, John Sculley dan masih banyak lagi.

Selanjutnya, Airlangga Hartarto berkuliah di Monash University di Australia dan berhasil mendapatkan gelar Master of Business Administration pada tahun 1996. 1 tahun berselang, Airlangga Hartarto melanjutkan studinya di Melbourne Business School University of Melbourne Australia, dari kampus ini Airlangga berhasil meraih gelar Master of Management Technology.

Baca Juga: Fraksi Golkar Kecewa Bupati Purbalingga Tidak Komitmen Laksanakan Janji Kampanye

Karir Airlangga Hartarto

Setelah lulus kuliah, beliau memulai bisnis sebagai owner dari perusahaan PT. Graha Curah Niaga pada tahun 1987. Selanjutnya, ia berhasil menjadi Presiden Komisaris PT. Fajar Surya Wisesa, perusahaan yang dirintis oleh keluarganya, juga pada tahun 1987.

Akibat kesuksesannya dalam memimpin dua perusahaan itu, Airlangga Hartarto diangkat menjadi Presiden Direktur pada PT. Jakarta Prime Crane di tahun 1991.

Dengan kemampuan leadershipnya, Airlangga berhasil menjadi Direktur pada beberapa perusahaan seperti PT. Bisma Narendra dan PT. Ciptadana Sekuritas di tahun 1994. Lalu sebagai Ketua Kompartemen Agro Kadin dari tahun 1999-2004 dan menjadi Komisaris di PT. Sorini Corporation TBK Pandaan pada tahun 2004.

Baca Juga: Demi Kemenangan Pemilu 2024, Golkar Bengkulu Siap Kerja Keras Perjuangkan Tri Sukses

Untuk karier politiknya sendiri, Airlangga Hartarto sebenarnya sudah jauh hari mengenal Partai Golkar melalui sang ayah, Hartarto Sastrosoenarto, tetapi ia baru masuk ke Partai Golkar secara formal di tahun 1998. Dengan ditunjang kemampuan manajerial di dunia bisnis membuat Airlangga Hartarto tidak merasa sulit beradaptasi di dunia politik yang sebetulnya tidak berbeda jauh dengan dunianya selama ini memimpin berbagai perusahaan.

Karir politiknya mulai menanjak kala Airlangga Hartarto mendapat mandat menjadi wakil bendahara Partai Golkar pada periode 2004-2009. Pada periode ini pula ia menjadi wakil rakyat sebagai anggota DPR RI. Di periode 2004-2009, Airlangga Hartarto sempat menduduki jabatan sebagai Ketua Komisi VII yang membawahi energi, lingkungan hidup, dan riset pada tahun 2006-2009.

Di periode keduanya duduk sebagai anggota DPR RI atau pada periode 2009-2014, Airlangga Hartarto kembali ditunjuk menduduki posisi strategis oleh Fraksi Golkar DPR, yakni sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN.

Baca Juga: Putri Komarudin Dorong BSI Jadi Motor Pengembang Keuangan Syariah

Airlangga Hartarto akhirnya mendapat kesempatan sebagai Menteri ketika menggantikan Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian pada tahun 2016 dan menjadikannya sebagai Menteri Perindustrian Republik Indonesia ke 28. Hal uniknya adalah ayah dari Airlangga Hartarto yaitu Hartarto Sastrosoenarto pernah menjabat juga sebagai Menteri Perindustrian.

Ketika terpilih lagi menjadi Presiden di tahun 2019, Airlangga Hartarto diminta bantuan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Perekonomian Republik Indonesia. Pada tahun 2017, beliau terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar untuk periode pertama sampai dengan tahun 2019. Airlangga Hartarto kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024.

Airlangga Hartarto dan Mahatma Gandhi

Jalan hidupnya yang terlihat begitu inspiratif, didukung oleh berbagai hal, selain pendidikan yang dijalaninya dan diterimanya, Airlangga Hartarto juga memiliki tokoh yang dijadikannya sebagai panutan. Mahatma Gandhi, mantan pemimpin revolusi India adalah pribadi yang sangat digemari Airlangga.

Airlangga Hartarto sangat mengagumi ajaran dari Mahatma Gandhi. Baginya, Mahatma Gandhi merupakan sosok yang paripurna, baik dalam segi pemikiran, sikap dan perbuatan. Airlangga Hartarto pun sangat menyukai prinsip 7 hal yang harus dihindari dalam hidup sebagai ajaran Mahatma Gandhi, yaitu:

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Airlangga Hartarto Perlu Lebih Sering Kunjungi Rakyat

  1. Kaya tanpa bekerja
  2. Pengetahuan tanpa karakter
  3. Kesenangan tanpa kesadaran
  4. Penghargaan tanpa pengorbanan
  5. Politik tanpa prinsip
  6. Bisnis tanpa moral
  7. Ilmu tanpa kemanusiaan

Airlangga sangat terinspirasi dari Mahatma Gandhi yang berhasil meraih kemerdekaan dengan cara yang damai. Ajaran yang selalu diingat oleh Airlangga Hartarto tentang Gandhi adalah setiap orang yang memiliki amanah harus menyelesaikan tugas yang telah dipercayakan. {redaksi}

fokus berita : #Airlangga Hartarto