03 Oktober 2022

Airlangga Hartarto dan Kecintaannya pada Wushu

Berita Golkar - Selain dikenal sebagai Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI). Airlangga Hartarto sudah menjadi Ketum PB WI sejak tahun 2017 ketika terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional di Hotel Sultan pada tanggal 5 Mei 2017.

Ketika terpilih, Airlangga Hartarto memiliki komitmen untuk melanjutkan program yang sudah ada sebelumnya dan akan mengembangkan olahraga Wushu di Indonesia kedepan, karena baginya olahraga ini merupakan olahraga yang dapat membina mental generasi muda.

Airlangga Hartarto sendiri bukanlah orang baru di dunia Wushu, buktinya adalah beliau sudah berlatih serta mempelajari Wushu sejak muda bersama Ngatino yang kina ia beri amanah jabatan sebagai Sekretaris Jenderal PB Wushu Indonesia.

Baca Juga: Nurul Arifin: Golkar Kota Tangerang Raih 10 Kursi, Sachrudin Melenggang Jadi Walikota

Tidak hanya sampai disitu, Airlangga Hartarto juga sempat memperagakan beberapa gerakan Wushu pada tahun 2021 dalam event Indonesia Wushu All Games 2021. Beliau memperagakan beberapa gerakan wing chun yang ada di film Ip Man.

Airlangga Hartarto juga mempraktekan untuk memukul boneka kayu yang ada di film Ip Man yang lebih dikenal dengan nama Mok Yan Jong. Istri dari Airlangga Hartarto yaitu Yanti Airlangga juga tidak mau ketinggalan dengan menggunakan jurus kipas bersama dengan Tim Kipas Sasana Inti Bayangan.

Prestasi Wushu selama Airlangga Hartarto Menjadi Ketum PB WI

Dimulai pada Sea Games ke-29 di Malaysia pada tahun 2017, saat itu tim Wushu memborong berbagai medali, mulai dari emas, perak dan perunggu. Sebanyak tiga medali emas berhasil diraih tim wushu dalam kejuaraan tersebut, tidak hanya emas, medali perak dan perunggu juga didapatkan.

Baca Juga: Bambang Hermanto Terpilih Aklamasi Pimpin Ormas MKGR Jabar 2021-2026

Medali emas pertama dipersembahkan oleh Felda Elvira Susanto di nomor dao shu, serta Monica Prisca mempersembahkan medali perak di nomor yang sama. Medali emas kedua disumbangkan oleh Lindswell Kwok di nomor taijijian. Juwita Niza Wasni berhasil menyumbangkan emas ketiga bagi Indonesia di event tersebut.

Lanjutan prestasi Airlangga Hartarto ketika menjabat sebagai Ketum PB WI kembali berlanjut di Asian Games 2018. Wushu ditargetkan mendapatkan 1 emas, hal baiknya adalah target tersebut berhasil dicapai, bahkan melampaui.

Pada Asian games 2018, tim Wushu Indonesia berhasil mendapatkan 5 medali dimana terdapat 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Lagi-lagi Ratu Wushu Indonesia, Lindswell Kwok berhasil menyumbang emas untuk Indonesia.

Selain itu, tim wushu Indonesia kembali berhasil memecahkan rekor di kelas sanda -56 kg dan -70 kg karena untuk pertama kalinya berhasil meraih medali di ajang Asian Games. Atlet wushu yang memecahkan rekor tersebut adalah Yusuf Widiyanto pada sanda - 56 kg dan Puja Riyaya pada sanda - 70 kg.

Baca Juga: Mengenal Sosok Dito Ganinduto, Legislator Partai Golkar DPR RI Asal Jawa Tengah

Menurut Airlangga Hartarto, hal tersebut dapat terjadi karena terdapat pelatihan di Iran dan China yang akhirnya dapat membuahkan hasil. Hal positif terus berlanjut bagi PB WI di bawah asuhan Airlangga Hartarto.

Kali ini tim Wushu Indonesia berhasil mendapatkan 10 medali yang terdiri dari 1 emas, 4 perak dan 5 perunggu pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior pada tahun 2018. Pada ajang Sea Games 2019, Edgar Xavier Marcello berhasil mendapatkan emas di nomor taolu.

Sejarah Wushu di Indonesia

Wushu merupakan olahraga yang berasal dari negara Tiongkok. Wushu berasal dari kata “Wu” yang berarti ilmu perang, sementara “Shu” memiliki arti seni. Wushu biasanya dipakai untuk memperkuat mental. Kenapa bisa begitu? Wushu dapat meningkatkan ketahanan mental, kedisiplinan, kecerdikan dan lain-lain.

Baca Juga: Ini Dia 3 Makanan Tradisional Kesukaan Airlangga Hartarto!

Berdasarkan pengertian “Wu” dan “Shu”, maka Wushu dapat didefinisikan sebagai seni berperang yang mengajarkan banyak hal seperti kesehatan, mental dan olahraga. Terdapat banyak orang yang masih salah kaprah dan menyamakan antara Wushu dan Kungfu. Padahal, terdapat perbedaan antara Wushu dan Kungfu. Wushu adalah seni bela diri, sementara Kungfu adalah sebuah keahlian ketika seseorang sudah mencapai perjalanan waktu.

Wushu diperkirakan sudah berumur ribuan tahun dan banyak orang Tiongkok yang menganggap Wushu sebagai olahraga tertua. Pada tahun 1949, pemerintah Tiongkok mulai menggencarkan Wushu sebagai olahraga beladiri tradisional Tiongkok yang harus dilestarikan. Akhirnya Wushu berkembang dan terciptalah International Wushu Federation.

Olahraga ini masuk ke Indonesia pada tahun 1980 an. Pada tahun 1992, tepatnya pada tanggal 10 November KONI Pusat mengesahkan Pengurus Besar Wushu Indonesia. Setelah disahkan, kontingen wushu Indonesia dapat berlaga di ajang Sea Games 18 yang berlangsung di Singapura. {redaksi}

fokus berita : #Airlangga Hartarto