03 Oktober 2022

Dedi Mulyadi Berurai Air Mata Kisahkan Perjalanan Hidup Yang Berat

Berita Golkar - Kang Dedi atau Dedi Mulyadi sampai berurai air mata menceritakan kisah hidupnya yang sangat berat sejak usia kelas 1 SD hingga menginjak dewasa. Namun dia menjelaskan justru karena hidupnya sudah berat sejak kecil dia merasa masalah berat yang dihadapi jadi lebih santai dihadapinya.

Seperti diketahui Dedi Mulyadi kini tengah menghadapi gugatan perceraian yang dilayangkan istrinya Anne Ratna Mustika. Gugatan sudah dilayangkan pada 19 September 2022 di Pengadilan Agama Purwakarta dengan nomor register 1662/Pdt.G/2022/PA.Pwk.

Kang Dedi yang rajin membagikan kisah-kisah instpiratif kembali bercerita tentang bagaimana hidup yang dijalaninya. Hal ini ia ceritakan sambil mencuci pakaiannya sendiri lantarai asisten rumah tangganya sedang sakit.

Baca Juga: Golkar Sultra Targetkan 10 Kursi DPRD Provinsi, Usung Ridwan Bae Cagub Sultra 2024

"Sekarang cuci sendiri meskipun sudah ada asisten rumah tangga yang sedang sakit, tapi gak apa-apa sekali-kali nyuci sendiri," jelas Kang Dedi seperti yang ia kisahkan di akun youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, dikutip pada Senin (3/10).

Dia merasa tidak terbebani dengan masalah dalam hidup ini, dia mengaku sudah terbiasa dengan kerja keras dan hidup susah sejak kecil. "Karena orang yang terbiasa hidup dengan beban yang berat, kerja keras ya hidupnya rileks, rileksnya apa? Rileksnya tidak ada ketakutan dalam dirinya," jelas anggota DPR RI ini.

Kang Dedi bercerita jika dia lahir dari keluarga yang sangat sederhana, sejak kelas 1 SD dia sudah mengembala kambing. Dia lalu sampai pada cerita sang ibu yang dianggap luar biasa mengelola keuangan rumah tangga yang menghidup banyak anak. Bahkan dia bersama para saudaranya terbiasa makan hanya dengan sambal saja.

Baca Juga: Lantik Pengurus Golkar Luwu Utara, Taufan Pawe: Indah Putri Indriani Aset Golkar Sulsel

"Dengan anak yang sangat banyak ibu saya mengarsiteki rumah dengan baik, mengatur keuangan dapur untuk pendidikan anak-anaknya, sehingga zaman itu tahun 74 jarang orang sekolah, bapak saya menyekolahkan anak-anaknya," urainya sambil terlihat menangis mengenang sang orangtua.

Dia juga menceritakan jika semasa kecil baju baru hanya bisa dimiliki setahun sekali bertepatan dengan hari raya. Bahkan sang kakak rela mengalah tidak memakai baju baru demi adik-adiknya. Meski hidup dengan serba kekurangan, namun tradisi berbagi tetap dilakukan.

Dia juga ingat saat menyembelih ayam selalu dibagikan kepada tetangga. Bahkan sang orangtua rela tidak membelikan baju baru anak-anaknya demi membeli ayam atau kambing untuk dibagikan saat hari raya tiba.

Kini 50 tahun lebih berlalu, Dedi kecil berubah menjadi seorang anggota DPR RI, karirnya cemerlang termasuk istrinya yang sampai menjadi bupati Purwakarta. Namun rumah tangganya tak semulus karir politiknya, kini Dedi Mulyadi tengah digugat cerai si istri dan Rabu 5 (5/10) lusa adalah sidang perdana. (sumber)

fokus berita : #Dedi Mulyadi