04 Oktober 2022

Legislator Muda Partai Golkar Ini Dorong Perbaikan LPEI Terhadap Kualitas Pembiayaan Ekspor

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Komarudin meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk meningkatkan kualitas pembiayaan ekspor. Selain itu juga memperbaiki rasio kredit bermasalah.

Diketahui, LPEI mencatatkan kinerja pembiayaan ekspor mencapai Rp 88,40 triliun dengan laba bersih Rp 41 miliar pada Juni 2022. Namun di sisi lain, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Gross masih terbilang tinggi, yakni mencapai Rp 18,42 triliun atau sekitar 20,8%.

"LPEI punya catatan kelam karena sempat memiliki pembiayaan bermasalah yang menyebabkan kerugian yang cukup fantastis. Dari kasus ini, LPEI patut belajar untuk memperbaiki tata kelola penyaluran pembiayaan ekspor agar semakin prudent dan objektif, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Kemudian, pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran juga harus ditindak tegas," ungkap Puteri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).

Baca Juga: Ridwan Hisjam Duga Korban Tewas Insiden Kanjuruhan Adalah Peristiwa Yang Disengaja

Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI menetapkan sejumlah tersangka terkait dugaan korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional tahun 2013-2019. Kasus ini berimbas pada kerugian yang dialami LPEI hingga Rp 4,7 triliun pada tahun 2019. Puteri pun mengimbau agar persoalan ini bisa segera terselesaikan, dan pihak-pihak yang ditetapkan bersalah segera dimintai pertanggungjawaban.

"Sebab tidak hanya negara yang telah dirugikan, tapi juga kesempatan para eksportir kita yang memerlukan pendanaan juga jadi terhambat. Apalagi, LPEI didirikan sebagai pendorong pembiayaan ekspor nasional. Oleh karenanya, akuntabilitas dan transparansi pengelolaan pembiayaan menjadi sangat penting untuk dijaga dan dipertanggungjawabkan kepada publik," terangnya.

Di sisi lain, Puteri juga mempertanyakan urgensi langkah kolaborasi LPEI bersama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) dalam rangka optimalisasi pelaksanaan pemberian hibah guna mendukung pembangunan internasional dan peningkatan ekspor nasional.

Baca Juga: Berikan Bantuan Pada Korban Bencana Mentawai, Partai Golkar Konsisten Amalkan Nilai Gotong Royong

"Apa saja manfaatnya? Berapa besarnya dan apa bentuk hibah ini? Negara mana saja yang dituju? Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, apalagi masih mencatat NPL yang cukup tinggi, saya kira LPEI perlu fokus dulu terhadap tugas dan fungsi utamanya dalam meningkatkan kapasitas eksportir dalam negeri. Sehingga dapat membawa manfaat optimal bagi pelaku UMKM maupun LPEI sendiri, terutama dalam menjaga kualitas pembiayaannya. Terlebih saat perusahaan masih menghadapi tantangan NPL ini," ungkap Puteri.

Lebih lanjut, Ketua Bidang Keuangan dan Pasar Modal DPP Partai Golkar ini mendorong LPEI untuk membantu menggali potensi pelaku UMKM yang berpeluang menembus pasar ekspor.

"Di Daerah Pemilihan (Dapil) saya, ada pelaku usaha simping yang produknya diekspor sampai ke pasar Dubai. Namun sampai sekarang, mereka belum mengenal LPEI dan belum memperoleh dukungan pembinaan, pendampingan, maupun pembiayaan ekspor dari LPEI," tutup Legislator asal Dapil Jawa Barat VII ini. (sumber)

fokus berita : #Putri Komarudin