04 Oktober 2022

Meutya Hafid Kutuk Peretasan Terhadap Jurnalis, Sebut Ancaman Nyata Terhadap Demokrasi

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan peretasan terhadap kerja jurnalistik yang dialami awak redaksi Narasi merupakan perbuatan melawan hukum yang bisa mengancam demokrasi Indonesia. Ia meminta Polisi mengusut kasus peretasan tersebut.

"Peretasan data pribadi pers menjadi ancaman bagi para jurnalis yang merupakan bagian dari masyarakat dalam menegakkan pilar demokrasi," ujar Meutya dalam video yang diunggah di YouTube seperti dilihat detikcom, Senin (3/10/2022).

Dia menilai serangan siber terhadap jurnalis ini juga bisa mempengaruhi indeks demokrasi Indonesia. Mengacu pada data The Economist Intelligence Unit, demokrasi di Indonesia harus diperbaiki.

Baca Juga: Semarakkan HUT ke-58, Golkar Kalbar Selenggarakan Jalan Sehat Berhadiah Umrah dan Rumah

The Economist Intelligence Unit mencatat indeks demokrasi Indonesia periode 2010-2021 mengalami naik-turun. Bahkan pada 2017 indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan menjadi 6,39 dari yang sebelumnya 6,97 pada 2016. Lalu di tahun 2021, indeks demokrasi Indonesia berada di 6,71.

Data tersebut menyebutkan salah satu penyebab indeks demokrasi mengalami penurunan yakni karena kebebasan pers masih rendah, budaya politik anti kritik, partisipasi politik lemah, dan kinerja pemerintah belum optimal.

Oleh karena itu, ia meminta aparat penegak hukum untuk menuntaskan permasalahan peretasan yang dialami oleh Narasi. Ia turut meminta pelakunya segera untuk ditangkap. "Meminta aparat kepolisian untuk menuntaskan kasus hingga pelaku peretasan ditemukan demi penegakan hukum dan melindungi kebebasan pers dalam demokrasi," tutupnya. (sumber)

fokus berita : #Meutya Hafid