06 Oktober 2022

Airlangga Hartarto: Kartu Prakerja dapat Direplikasi sebagai Model Pembangunan di Negara-Negara Lain

Berita Golkar -Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mendorong program Kartu Prakerja agar para pencari kerja atau korban PHK dapat bangkit kembali agar dapat mengembangkan skill dengan bantuan biaya.

Airlangga Hartarto juga sangat mengapresiasi semangat dari alumni Kartu Prakerja saat dilangsungkannya acara Temu Raya Alumni Kartu Prakerja di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Jumat 17 Juni 2022 lalu. Namun, apa sih sebenarnya kartu Prakerja itu?

Apa itu Kartu Prakerja?

Kartu Prakerja lahir dari masa sulit era pandemi Covid-19. Guna meretas kesulitan ekonomi masyarakat saat itu, Airlangga Hartarto bersama Presiden Jokowi mulai merumuskan program ini. Kartu Prakerja merupakan program pengembangan kompetensi yang berupa bantuan biaya agar pekerja atau korban PHK yang memang benar-benar membutuhkan dapat melakukan peningkatan kompetensi.

Baca Juga: Semarak HUT ke-58, Golkar Parepare Bakal Selenggarakan Jalan Sehat Berhadiah Umrah

Dengan Kartu Prakerja ini, pemerintah memberikan insentif kepada peserta dengan total Rp 3.550.000 dan sebesar Rp 1.000.000 tidak bisa dicairkan menjadi uang. Kalau peserta tidak mengikuti pelatihan, maka uang akan kembali ke kas negara.

Syarat Mendapatkan Kartu Prakerja

Berikut merupakan syarat mendapatkan Kartu Prakerja:

  1. Warga Negara Indonesia berusia 18 tahun ke atas
  2. Tidak sedang menempuh pendidikan formal
  3. Sedang mencari kerja
  4. Tidak menerima bantuan sosial lain selama pandemi Covid-19
  5. Bukan pejabat negara
  6. Dalam 1 Kartu Keluarga hanya boleh maksimal 2 NIK yang menjadi Penerima Kartu Prakerja

Baca Juga: AMPI Ucapkan Belasungkawa Kepada Para Korban Tragedi Kanjuruhan

Data Kartu Prakerja pada Tahun 2021

Kartu Prakerja pertama kali diterbitkan pada 11 April 2020 dan diatur melalui Perpres Nomor 76 tahun 2020 tentang Program Pelaksanaan Kartu Prakerja yang memang tujuan pemerintah adalah untuk menargetkan pencari kerja dan orang yang terdampak pandemi agar dapat memperbaiki kondisi ekonominya.

Program Kartu Prakerja ini sangat ramai peminat dari awal diluncurkan dengan terdapat sebanyak 83 juta orang yang melakukan pendaftaran dan terdapat 11,4 juta orang yang berhasil menjadi penerima program pelatihan dan mendapatkan insentif.

Sementara itu, pada tahun 2021 terdapat 5,9 juta orang penerima Kartu Prakerja dan 98% dari angka tersebut atau sekitar 5,7 juta berhasil mendapatkan insentif dengan total Rp 13,62 triliun.

Baca Juga: Ketua GKSB DPR RI Adies Kadir Upayakan Perdamaian Rusia-Ukraina Melalui Kerjasama Antar Parlemen

Hal baik lainnya adalah masyarakat sudah memahami manfaat dari Kartu Prakerja ini dengan semakin menurun data orang yang dicabut tanda peserta nya karena dalam 1 bulan tidak mengikuti pelatihan pertama. Penurunan nya pun sangat signifikan dari 478 ribu di tahun 2020 dan hanya 88 ribu di tahun 2021.

Berdasarkan survei Cyrus Network menunjukkan bahwa di bulan Mei 2021, hanya terdapat 32,5 persen yang tidak setuju bahwa Kartu Prakerja memberikan manfaat, sementara mayoritas 66,4 persen suara setuju dengan adanya Kartu Prakerja.

Survei lain yang diadakan dengan responden peserta maupun alumni Kartu Prakerja sebanyak 2.000 orang menunjukkan bahwa 96,8% responden mengatakan bahwa mereka butuh program ini dan setuju apabila pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program ini.

Baca Juga: Dianggap Tidak Komitmen Oleh Netizen, Ini Klarifikasi Dedi Mulyadi Terkait Kasus Perceraiannya

Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Kartu Prakerja mendapatkan apresiasi dari World Bank sebagai program yang dapat memberikan pelatihan bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meningkatkan daya beli.

Airlangga juga bahwa Kartu Prakerja adalah salah satu program Government to people (G2P) paling masif yang pernah ada dibandingkan di negara lain.

Di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Airlangga melaporkan bahwa Kartu Prakerja dipilih sebagai program yang digunakan untuk menghadapi tantangan pekerjaan ke depan yang terkait transformasi digital, hingga ekonomi hijau yang membutuhkan orang yang ingin terus belajar. Perbincangan itu terjadi dalam pertemuan UNESCO di Marrakesh.

Pada tahun 2022, program ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 11 triliun. Airlangga Hartarto juga memastikan bahwa pada tahun 2022 Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan agar dapat menjadi wadah masyarakat untuk menjadi sarana meningkatkan kemampuan.

Baca Juga: Sambut Hangat Anggota Parlemen Rusia Valentina Matviyenko, Adies Kadir: Negara Potensial Kerja Sama Investasi

Manfaat Kartu Prakerja Menurut Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian menyatakan bahwa Kartu Prakerja sangat penting dimana sampai Gelombang 32, sudah memiliki lebih dari 12,8 juta peserta yang tersebar di 514 kabupaten atau kota di Indonesia.

Hal menurut Airlangga Hartarto yang paling penting adalah inklusivitas dimana program ini berhasil menggandeng dan menjangkau orang yang belum tamat SD sebesar 56%, penyandang disabilitas sebesar 3,3%, perempuan sebanyak 49% dan orang yang sebelum mendaftar tidak punya pekerjaan sebesar 90%.

Manfaat dari program Kartu Prakerja juga tidak hanya sampai disitu menurut Airlangga Hartarto, dimana program ini juga mendorong inklusi keuangan dengan 93% peserta program Kartu Prakerja sudah menggunakan e-money.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tegaskan P20 Menguatkan Solidaritas Dunia Hadapi Krisis Global

Menko Airlangga Hartarto juga menjelaskan bahwa program ini menimbulkan pelatihan yang efektif. Dengan diadakannya program ini, terdapat berbagai kursus pelatihan dan mencapai 1.000 kursus pilihan pelatihan dari 150 penyedia pelatihan.

Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa Program Kartu Prakerja memberikan berbagai manfaat bagi para peserta. Progam Kartu Prakerja tidak akan terkendala waktu dan ruang karena dilaksanakan 100% secara online. {redaksi}

fokus berita : #Airlangga Hartarto