06 Oktober 2022

Donasi Golkar Jatim Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Tembus 524 Juta Rupiah

Berita Golkar - Politisi partai Golkar se-Jawa Timur menghimpun donasi untuk korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan. Hingga Kamis (6/10/2022), donasi terkumpul lebih dari Rp 524 juta. Ketua DPD Partai Golkar Jatim Sarmuji menyebutkan, donasi tersebut dikumpulkan dari kader maupun pengurus Partai Golkar se-Jatim.

Termasuk anggota legislatif dari DPRD kabupaten dan kota, DPRD Provinsi Jatim hingga DPR RI dari daerah pemilihan wilayah Jatim. "Bentuk keprihatinan kami kader Golkar atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, kami galang donasi," katanya saat dikonfirmasi, Kamis siang. Pengumpulan donasi akan ditutup hingga tiga hari ke depan atau pada 9 Oktober 2022. "Jadi dari sekarang sampai 3 hari kedepan masih dibuka donasinya," terang wakil ketua  Komisi VI DPR RI ini.

Pihaknya belum memikirkan bentuk penyaluran donasi tersebut, apakah langsung diberikan kepada para keluarga korban, melalui perwakilan kelompok suporter, atau melalui pemerintah. "Yang pasti kalau sudah terkumpul, langsung kami salurkan," ujarnya.

Baca Juga: Zaki Iskandar Persilahkan Kantor Golkar DKI Jakarta Jadi Tempat Pengungsian Korban Kebakaran Cikini

Dirinya mewakili Partai Golkar Jatim sebelumnya sudah datang ke rumah beberapa korban kerusuhan Kanjuruhan seperti di rumah Bripka Andi Purwanto di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Bripka Andi Purwanto adalah salah satu polisi yang meninggal saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dia adalah satu dari 25 anggota Polres Tulungagung yang ditugaskan ikut mengamankan laga pertandingan antara tuan rumah Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Sarmuji juga bertakziyah ke rumah duka warga Blitar korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yakni Mohammad Musthofa. Musthofa diketahui pertama kali menonton sepak bola di Kanjuruhan. Kericuhan terjadi setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3 untuk Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Ribuan pendukung Arema FC turun ke lapangan. Petugas keamanan kemudian menembakkan gas air mata. Akibatnya, terjadi kepanikan dan penumpukan penonton di area pintu keluar.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jatim hingga 4 Oktober 2022 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 131 orang. Luka ringan dan sedang sebanyak 345, luka berat sebanyak 67 orang, dan 58 orang masih dirawat di 25 rumah sakit di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. (sumber)

fokus berita : #Sarmuji #Golkar Jatim