07 Oktober 2022

Sikapi Kerja Sama Bilateral RI-Australia, Ravindra Airlangga Harap Transfer Teknologi Transisi Energi Jadi Prioritas

Berita Golkar - Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Perlemen Australia Ravindra Airlangga berharap terjadi transfer of technology antara kedua negara terkait dengan transisi energi ataupun pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Karena Australia sebelumnya pernah membangun kota Canberra yang merupakan ibu kota baru pada tahun 1913.

“Harapan kami adalah seperti yang disampaikan pihak Australia juga, terjadi transfer of technology terutama terkait dengan transisi energi ataupun pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Kita ketahui Australia pernah membangun Kota Canberra yang merupakan ibu kota baru. Jadi, ini merupakan suatu hal yang kita bisa dalami dan pelajari bersama dan kita terapkan saat kita proses membangun ibukota kita yang baru,” ujarnya usai pertemuan bilateral dengan parlemen Australia di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Indonesia dan Australia juga telah menandatangani perjanjian ekonomi yakni The Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Itu merupakan bentuk kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia yang menawarkan peluang dua arah dalam perdagangan barang dan jasa, penanaman modal, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Perjanjian ini menjanjikan adanya investasi sebesar 200 juta dolar Australia untuk proyek yang berkaitan dengan iklim dan infrastruktur.

Baca Juga: Airlangga Sambangi Mardiono, Bicarakan Masa Depan KIB?

“Ini merupakan hal yang positif juga dengan perjanjian yang telah diteken tahun 2019 ini diharapkan terjadi hubungan ekonomi peningkatkan perdagangan antara Australia dan Indonesia sebesar 76 persen, sehingga ini menjadi hal yang positif bagi perekonomian Indonesia dan Australia,” jelas Politisi Fraksi Golkar itu.

GKSB juga akan mendorong hubungan baik dengan Australia agar terus berlanjut terutama terkait dengan pembangunan infrastruktur dan perkembangan agrikultur. “Karena secara komposisi ekonomi banyak kesamaan yang didapatkan dari Indonesia dan Australia. kita juga Australia memiliki struktur ekonomi yang kuat di bidang komoditas dan juga bidang pertanian, sehingga banyak model-model peternakan misalnya yang bisa kita terapkan di Indonesia juga seperti cattle industry mereka,” pungkasnya.

Selain itu, legislator dapil Jawa Barat V itu juga menyatakan bahwa dalam pertemuan bilateral dibahas pula mengenai climate change serta peternakan dan pertanian. Di Australia, terdapat banyak peternakan yang merupakan smallholder farmer atau peternak-peternak kecil. Peternak ini memiliki jumlah lahan yang tidak terlalu besar tetapi bisa menghasilkan produk-produk yang dapat memenuhi atau menghidupi keluarga-keluarga secara baik.

Baca Juga: Hetifah Protes TGIPF Kanjuruhan Tidak Libatkan Perempuan

“Jadi kita ingin mengetahui trik-trik dan teknik yang dilakukan Australia untuk meningkatkan produktivitas produk ternak mereka. Misalnya tadi beliau cerita dari keluarga peternak ternyata, dan beliau khusus dari kecil itu besar di keluarga peternakan sapi potong. Jadi mungkin kita bisa pelajari mengenai spesies apa yang cocok untuk penggemukan sapi dan bagaimana cara mengembangbiakan sapi tersebut? Kemudian mengenai bibit-bibit yang unggul agar mendapatkan hasil daging yang efisien dan optimal,” tutupnya. (sumber)

fokus berita : #Ravindra Airlangga