07 Oktober 2022

Hadapi Resesi Global, Mukhtarudin Desak Pemerintah Bangun Optimisme Secara Kolektif

Berita Golkar - Anggota Banggar DPR RI, Mukhtarudin mendorong pemerintah untuk dapat bersatu dan optimis mampu hadapan resesi global dan inflasi yang terjadi di beberapa negara.

"Saya memandang optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan itu. Jadi, kita harus optimistis, karena pemerintah juga sekarang ini sudah siapkan instrumen yang baik untuk menahan inflasi," ujarnya, Kamis, 6 Oktober 2022.

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengungkapkan, resesi merupakan sebuah realitas yang hampir dialami oleh berbagai negara. Sehingga, hal yang harus dilakukan adalah bagaimana menyikapinya secara positif dan produktif.

Diketahui sebelumnya, Menko Airlangga mengatakan bahwa seluruh dunia saat ini tengah berjuang menghadapi berbagai krisis, salah satunya energi yang membuat bisnis turun, dan produktivitas usaha melambat.

Baca Juga: Soal Dukungan Akbar Tandjung Pada Anies, Ahmad Doli Kurnia: Normatif, Hanya Ucapkan Selamat!

Ditambah, lanjut Airlangga, adanya lonjakan harga pangan yang menyebabkan kelangkaan pangan. Padahal, pangan sangat penting untuk menghidupi jutaan orang yang mengalami kelaparan.

"Tantangan itu hanya bisa kita atasi jika kita bersatu. Rasa kemanusiaan dan solidaritas yang kuat saat Kami Berkumpul di sini hari ini dunia melihat kami dengan harapan untuk membawa pejuang bagi rakyat," tegas Airlangga.

Meski begitu, Menko Airlangga menyebut kinerja ekonomi Indonesia sampai saat ini relatif memuaskan. Indonesia mampu tumbuh di atas 5 persen pada semester lalu. Bahkan pada kuartal II-2022, perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,44 persen.

"Bapak Presiden Joko Widodo telah mengingatkan, bahwa akan menghadapi tantangan resesi global tahun depan. Tapi pemerintah terus optimis bahwa kita dapat mencapai pertumbuhan 5,2 atau 5,3 persen pada akhir tahun, serta kita memiliki pandangan optimis untuk tahun depan," tuturnya.

Baca Juga: DPP Partai Golkar Yakin Akbar Tandjung Takkan Khianati Keputusan Munas Terkait Pencapresan Airlangga Hartarto

Optimisme itu muncul dilihat dari kinerja perdagangan Indonesia yang terus mempertahankan rekor tinggi selama 28 bulan berturut-turut. Capaian ini diperoleh lantaran angka ekspor per Agustus 2022 yang sebesar USD 27,91 miliar masih lebih tinggi dibanding nilai impor pada bulan yang sama, sebesar USD 22,15 miliar.

"Indonesia terus mendorong pemulihan ekonomi untuk mendukung tiga bidang, Kesehatan, perlindungan sosial dan penguatan pemulihan ekonomi melalui dukungan untuk ekonomi kreatif pariwisata Usaha mikro dan kecil menengah dan juga memberikan banyak insentif pajak," ungkapnya.

Tak hanya berhenti di situ saja, pemerintah juga memberlakukan undang-undang untuk menyelaraskan peraturan perpajakan yang bertujuan untuk memperbesar basis pajak, meningkatkan efektivitas pajak, insentif dan meningkatkan cakupan program pengampunan pajak.

Sejalan dengan inisiatif tersebut, Indonesia memahami pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi, dan keseimbangan lingkungan. Sesuai arahan presiden, ditargetkan untuk mencapai emisi Net Zero pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Baca Juga: Semarak HUT ke-58, Golkar Kapuas Hulu Gelar Jalan Sehat Berhadiah

"Oleh karena itu, semua peserta P20, hal-hal yang harus kita garis bawahi bahwa G20 menjadi platform ekonomi utama untuk menyelesaikan krisis. Maka, diharapkan P20 dapat menyelesaikan solusi untuk geopolitik juga," pungkasnya. (sumber)

fokus berita : #Mukhtarudin