08 Oktober 2022

Romantisme Golkar dan PDIP di Era Pemerintahan Jokowi Menjadi Bumbu Penyedap Pertemuan Airlangga dan Puan

Berita Golkar - Pada pertemuannya dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pagi ini di Monas, Jakarta, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menceritakan kiprah dua partai tersebut dalam politik dan pemerintahan Indonesia. Airlangga mengawali ceritanya dengan mengungkapkan keberhasilan Golkar dan PDIP yang bergabung dalam koalisi presiden dan berhasil menangani beberapa permasalahan yang kini sedang Indonesia hadapi.

"Salah satu keberhasilan penangan COVID karena pemerintah mengundangkan Perpu dan UU Nomor 2 Tahun 2020 dan ini langsung disetujui parlemen yang dipimpin Ibu Puan," ujar Airlangga saat melakukan pertemuan dengan Puan di Monas, Sabtu (8/10/2022).

Selain COVID-19, Airlangga menyebutkan Indonesia akan menghadapi tantangan yang lebih besar di tahun 2023 mendatang, salah satunya adalah masalah perekonomian. Namun karena terjalin kerja sama yang baik dari pemerintah dan lembaga berwenang, maka ekonomi di Indonesia masih bisa dikatakan cukup terkendali.

Baca Juga: Kunjungi Batam, Airlangga Hartarto Tinjau Pembangunan Data Center GDS Nongsa

Lebih lanjut, Airlangga menceritakan kiprah Golkar dalam pemerintahan telah nampak sejak pemilu 1955. Di mana pada masa itu, Presiden Soekarno merasa gelisah dengan banyaknya gerakan politik. Pada saat itulah cikal bakal peran Golkar terbentuk dan hadir.

Golkar juga nampak pada masa reformasi Presiden Habibie dan Megawati. Di mana saat itu, Golkar memiliki kursi terbanyak di parlemen tetapi menyetujui reformasi.

"Yang menyetujui pemilihan langsung presiden dalam amandemen keempat adalah waktu itu Presiden Ibu Megawati. Sehingga sejarah ini, mungkin yang mencatat hanya dua partai politik, Golkar dan PDIP," imbuhnya.

Baca Juga: Hadapi Resesi Global, Mukhtarudin Desak Pemerintah Bangun Optimisme Secara Kolektif

"Selama Golkar dan PDIP ada di pemerintahan saya yakin pemerintah bisa berjalan dengan lancar," ungkapnya. Airlangga juga kembali mengingatkan ke depannya untuk melanjutkan pembangunan. Untuk melakukan hal itu diperlukan dua unsur partai politik terbesar, yaitu PDIP dan Golkar.

"Ikan hiu di bawa ke Undip, I love you PDIP," tutupnya dengan pantun. Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut Airlangga dan Puan melakukan jalan santai dan melakukan sarapan bersama. Setelahnya, mereka berkeliling dengan mobil listrik yang telah disiapkan Airlangga untuk puan. (sumber)

fokus berita : #Airlangga Hartarto