09 Oktober 2022

Muslimin Bando Tak Persoalkan Dirinya Belum Dilantik Sebagai Ketua Golkar Enrekang Terpilih

Berita Golkar - Sudah setahun lebih berlalu sejak Muslimin Bando terpilih memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Enrekang periode 2020-2025. Namun, sampai saat ini orang nomor satu partai berlambang pohon beringin Enrekang itu belum dilantik oleh Dewan Pimpinan DPD I (DPD) Partai Golkar.

Muslimin Bando terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Enrekang di Villa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja pada 20 September 2021. Artinya, hingga Selasa (9/10/2022) hari ini, hampir 15 bulan berlalu MB belum resmi mengantongi SK kepengurusan.

Kendati demikian, Muslimin Bando tidak mempersoalkan dirinya yang hingga kini belum dilantik oleh DPD I Golkar Sulsel. Baginya, pelantikan itu hanya sifatnya formalitas semata dan yang terpenting adalah kinerja.

Baca Juga: Airlangga dan Puan Naiki Kendaraan Listrik Bersama di Monas, Sinyal Apa yang Ingin Disampaikan?

"Bagi saya, sebagai kader Golkar, saya tidak terlalu merebut itu pelantikan. Kita perbanyak berkarya saja, dilantik atau tidak dilantik intinya bekerja. Pelantikan itu hanya formalitas, yang penting tidak diganti jadi ketua," kata Muslimin Bando.

"Kemarin sebenarnya sudah mau dilantik, sudah dijadwalkan pelantikan tapi diubah menjadi ajang silaturrahmi," lanjutnya.

Muslimin Bando menyatakan, dirinya tetap menjalankan tugas sebagai ketua partai, meski namanya belum ada di SK kepengurusan.

Kisruh Partai Golkar Enrekang tak kunjung temui titik terang, pasca batalnya pelantikan pada Jumat 15 Juli 2022. Saat itu, acara pelantikan yang berubah menjadi agenda silaturahmi. Sehingga sejumlah calon pengurus DPD II Golkar Enrekang saat itu merasa kecewa.

Sehingga kekecewaan tak terbendung di forum tersebut, Andi Natsir lalu mengamuk di depan Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe.

Baca Juga: Masa Reses Anggota DPR, Bambang Hermanto Serap Aspirasi Konstituen di Indramayu

Diketahui, MB memang menolak keras jika Andi Natsir bergabung distrukturnya. Taupan Pawe kemudian angkat suara, TP mengatakan MB menolak keberadaan nama Andi Natsir di dalam SK kepengurusan.

"Memang tidak sempat pelantikan. Jadinya agenda berganti jadi silaturahmi bukan karena diboikot kader. Tapi Pak Muslimin Bando menolak satu nama (Andi Natsir) di SK itu," ujar TP di depan awak media.

Muslimin Bando kemudian menanggapi, bahwa batalnya pelantikan karena hanya sedikitnya jumlah perempuan di struktur kepengurusan sehingga pelantikan harus ditunda.

"Saya tidak tahu bagaimana, sehingga saya disebut melanggar aturan dalam menyusun kepengurusan bahwa hak kuota perempuan tidak memenuhi 30 persen jadi kuota laki-laki itu melebihi jumlahnya," pungkasnya. (sumber)

 

 

 

fokus berita : #Muslimin Bando