12 Oktober 2022

Proyek Revitalisasi Stasiun Padalarang, Anang Susanto Minta Pemerintah Jangan Libatkan Pekerja Dari Luar, Prioritaskan Anak Bangsa

Berita Golkar - Anggota Komisi V DPR RI Anang Susanto menyoroti program padat karya dalam pembangunan prasarana perkeretaapian mendukung konektivitas Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Stasiun Padalarang. Dimana penyediaan prasarana untuk feeder atau pengumpan Kereta Api Padalarang-Bandung merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). 

"Saya ingin menyoroti terkait keterlibatan orang-orang setempat, soal padat karya. Apalagi proyek disini ada 3 investor dengan pengerjaan yang berbeda, saya telah mewanti-wanti jangan sekali-kali melibatkan pekerja dari luar sementara warga sekitar tidak kebagian apa-apa," ujar Anang saat mengikuti Tim Kunker Komisi V DPR meninjau progres revitalisasi Stasiun Padalarang beserta perangkat lainnya di Bandung Barat, Jabar, Selasa (11/10/2022).

Legislator Dapil Jawa Barat II ini mengingatkan, terkait program padat karya ini, seringkali  bertolak belakang dari pemaparan saat rapat akan selalu melibatkan warga setempat. Tapi pada kenyataannya masyarakat setempat justru kurang dilibatkan.

Baca Juga: Prihatin Dengan Kondisi Pekerja Migran, Christina Aryani Ajak Seluruh Pihak Terkait Beri Rasa Aman Pada TKI

"Untuk itu saya ingatkan sekali lagi bahwa utamakanlah keterlibatan dari warga setempat, sehingga bukan cuma menjadi penonton tapi bener-bener penikmat juga. Masyarakat harus dibantu juga supaya kualitas hidupnya meningkat, bersamaan juga dengan terbangunnya proyek kereta api ini," pungkas Anang.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini berharap, agar proyek Kereta Cepat ini dapat segera terealisasi, karena pasti akan sangat membantu sekali terutama untuk Kabupaten Bandung yang ngejelimet dengan kemacetan. Ia membayangkan, dengan kecepatan akses Bandung ke Jakarta itu akan memudahkan lalu lintas orang di kedua kota tersebut.

"Mungkin dengan adanya kereta api cepat Jakarta Bandung itu sepertinya saya ngantor tidak harus menetap di Jakarta, mungkin bisa dari Bandung karena bisa menaiki kereta cepat yang bisa memangkas jarak tempuh sekitar 45 menit saja. Sekali lagi saya tekankan masalah padat karya saja, kalau teknis bapak-bapak lebih hebat, tapi yang jelas program padat karyanya yang kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diucapkan," ungkap Anang. (sumber)

 

fokus berita : #Anang Susanto