12 Oktober 2022

Nurul Arifin Pertanyakan Komitmen Pemerintah Dalam Relokasi Lanud Soewondo

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin meminta pemerintah menunjukkan komitmen dan keseriusan terkait dengan wacana pemindahan Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo dari Kota Medan ke Hamparan Perak, Deli Serdang.Ia juga mempertanyakan kompensasi-kompensasi yang akan diterima TNI AU dengan adanya perpindahan ini. Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Lanud Soewondo pada Senin (10/10/2022) lalu.

“Kompensasi apa sih pak yang diberikan kepada TNI AU kalau misalnya ini (Lanud Soewondo) direlokasi? Apakah sepadan dengan apa yang Bapak miliki? Ini kan punya institusi ya, ini marwah kalau bisa disebut,” ujar Nurul kepada Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Pnb Reka Budiarsa dalam rapat. 

Menanggapi pertanyaan Nurul, Reka Budiarsa menjelaskan bahwa telah TNI AU telah dijanjikan lahan seluas 1.170 ha untuk dijadikan lokasi Lanud Soewondo yang baru. Pihaknya juga telah mendirikan 1 pos di Hamparan Perak setelah adanya serah terima lahan. Sebelumnya, pangkalan TNI AU ini menempati lahan sekitar 500 ha termasuk bekas Bandara Polonia dan berlokasi yang tepat berada di jantung Kota Medan. 

Baca Juga: Ketua Golkar Aceh Tengah Muchsin Hassan Desak DPR RI dan Kementerian Benahi Bandara Rembele

Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan bahwa perlu adanya komitmen yang tegas dari pemerintah terkait dengan relokasi yang akan dijalankan. Menurutnya tak hanya luasan tanah namun bangunan dan fasilitas di dalam nya juga harus diperhatikan.

“Kita ini ada satu komitmen, untuk pertukaran. Jadi ada satu relokasi (Lanud Soewondo) yang dijanjikan oleh pemerintah dari Bandara Polonia untuk pindah ke Hamparan Perak dan (dengan luas) dari 500 hektar menjadi sekitar 1.100 hektar. Nah, komitmennya yang diperlukan adalah apa-apa saja yang dibutuhkan oleh Angkatan Udara kemudian juga fasilitas-fasilitasnya,” tambahnya.

Legislator Dapil Jawa Barat I itu juga mengungkapkan harapannya agar nantinya dapat dibangun berbagai sarana yang berkualitas untuk mendukung tugas-tugas TNI AU di lokasi lanud yang baru. Disampaikannya, semua pembangunan sepatutnya harus memiliki kualitas yang tinggi agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Baca Juga: Terkait Kenaikan Cukai Rokok, Misbakhun Tegas Minta Pihak Global Jangan Bajak Kebijakan Negara

“Nanti kiranya sampai pindah ke Hamparan Perak, tentu saja kami berharap lebih baik, yang lebih bagus dan lebih manusiawi. Kita berpikirnya tidak jangka pendek tapi untuk digunakan sebagai sarpras jangka waktu yang tidak terbatas. Jadi nanti dalam pembangunannya saya sih berharap tidak asal-asalan, jadi berkualitas,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terutama setelah adanya pemindahan ini. Ia meminta agar pembangunan Lanud Soewondo menjadi prioritas terlebih setelah mengetahui adanya beberapa kali pergantian leading sector yang mengurus relokasi tersebut. Diungkapkan oleh Danlanud Soewondo dalam rapat, relokasi lanud saat ini berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

“Saya berharap di bawah Kementerian tersebut bisa lebih serius dan waktunya bisa dipenuhi dengan baik. Karena mungkin jauh dari pusat sih ya jadi kelihatannya tidak diprioritaskan padahal kalau melihat ini adalah bagian dari ujung pertahanan di Sumatera harusnya kita juga mempunyai perhatian yang sama dalam pertahanannya,” tutup Nurul. 

Baca Juga: Bamsoet Desak DPR dan Pemerintah Segera Selesaikan Revisi UU Desa

Sebelumnya, Reka Budiarsa mengatakan dalam wacana pemindahan Lanud Soewondo ke Hamparan Perak maka di lokasi yang baru pangkalan TNI AU ini akan dilengkapi oleh 3 skuadron. Ia juga menegaskan bahwa kepindahan Lanud Soewondo baru akan dilakukan apabila fasilitas di Hamparan Perak telah sepenuhnya rampung dan dapat digunakan serta tidak ada pemindahan secara paralel.

Lokasi yang dipersiapkan bagi Lanud Soewondo di Hamparan Perak masuk dalam wilayah Administrasi Kabupaten Deli Serdang. Lahan yang sebelumnya dikuasai oleh PTPN II inni berjarak sekitar 29 kilometer arah barat laut dari lokasi Lanud saat ini yang berada di Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. (sumber)

 

fokus berita : #Nurul Arifin