13 Oktober 2022

Siap Menangi Pilkada 2024, Golkar Mulai Godok Usulan Calon Bupati Karanganyar di Rakerda

Berita Golkar - Gempita menyambut pesta demokrasi mulai digelorakan partai-partai politik di skala nasional maupun tingkat daerah. Partai-partai politik sudah perlahan bergerak memanaskan mesin bersiap menyambut Pemilu 2024, salah satunya Partai Golkar Karanganyar.

Untuk menghadapi Pemilu Legislatif dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, Partai Golkar Karanganyar telah menyiapkan menanisme dan memasang target tersendiri.

“Pemilu 2024 kita sudah sangat siap. Para calon legislatif sudah kita mapping. Dan kita tanya, apa program yang fresh untuk masyarakat ini yang terpenting. Proses saat ini sudah 100% ready untuk Pileg 2024. Jika terkait pilpres, kita menunggu keputusan DPP siapa capres dan cawapres yang diusung Golkar,”  ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani.

Sementara terkait Pilkada 2024, Ilyas Akbar mengatakan bahwa Golkar Karanganyar punya mekanisme sendiri. “Kami mintai tanggapan kepada para Pimpinan Desa dan Pimpinan Kecamatan Partai Golkar siapa yang nanti diusulkan ke DPP Golkar di dalam Rakerda dan Rapimda di akhir Oktober 2022 mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Melki Laka Lena Apresiasi Progres Pembangunan Rumah Sakit Pratama Reo di NTT

Soal  apakah Golkar akan mengusung Cabup sendiri atau berkoalisi dengan parpol lain, Ilyas Akbar mengatakan belum ada keputusan.  Ilyas juga mengatakan Golkar masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai yang memiliki visi sama.

“Golkar masih menunggu hasil Rakerda dan Rapimda. Siapa yang nanti diusulkan di rakerda nanti kita sampaikan ke DPP Golkar untuk pertimbangan. Koalisi pasti ada, kita meyakini dengan koalisi, akan memberikan kontribusi yang lebih baik untuk rakyat,” ujar Ilyas Akbar.

Namun demikian, dia mengatakan Golkar sejauh ini belum mengambil langkah terkait koalisi terkait Pilkada Karanganyar 2024. “Sama sekali belum. Kami menunggu Rakerda dan Rapimda mas, Oktober baru akan kita tanya usulan kader di tingkat Desa dan Kecamatan, siapa cabupnya begitu,”kata Ilyas Akbar.

Terkait Pilkada Karanganyar, Golkar pernah berkoalisi dengan PDIP pada 2018 lalu. Ilyas lantas menanggapi kabar PDIP yang akan mengusung sendiri Cabup-Cawabup tanpa berkoalisi dengan parpol lain.

“Itu hak PDIP. Kalau PDIP meyakini tanpa berkoalisi dirasa sudah tepat. Ya itu hak mereka. Tapi Golkar sebagai Partai Modern dan Demokratis kita tanya terlebih dahulu, dan dengan Koalisi itu pasti jauh akan lebih baik. Platform Gagasan Parpol dan Mewujudkan Kesejahteraan [welfarism] pasti akan terwujud apalagi lanskap Karanganyar di tahun 2024-2029 pasti akan berubah kondisi demografisnya,” jelasnya Ilyas Akbar.

Baca Juga: Menko Airlangga Gelar Silaturahmi Dengan MUI, Paparkan Progresivitas Kondisi Ekonomi Indonesia

Sementara terkait sosok potensial yang akan diajukan sebagai calon bupati Karanganyar dalam Pilkada 2024 mendatang, Ilyas mengatakan telah Golkar memiliki mekanisme dan kriteria sendiri.

“Nah itu, pasti nanti muncul di rakerda dan rapimda. Keputusan partai golkar kabupaten tertinggi di tingkat daerah melalui mekanisme rakerda dan rapimda mas. Pasti yang terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.

Ilyas menjelaskan mekanisme pemilihan cabup/cawabup di internal Golkar dimulai dengan usulan dari tingkat Pimpinan Desa dan Pimpinan Kecamatan kemudian diputuskan di Rapimda dan Rakerda. “Setelah digodok oleh Pengurus DPD dan diusulkan ke DPD Provinsi lanjut ke DPP Golkar,” katanya.

Meski demikian, llyas Akbar telah memasang target jumlah kursi di DPRD Karanganya pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang. “Target kami 17 kursi dan survei elektabilitas internal saat ini kami sudah lebih dari 12 kursi. Optimistis 17 kursi bos,” tegasnya. (sumber)

fokus berita : #Ilyas Akbar Almadani