13 Oktober 2022

Menko Airlangga Paparkan Kengerian Krisis 5C Bagi Dunia dan Indonesia, Apa Itu?

Berita Golkar - Sinyal resesi global yang diperkirakan terjadi tahun depan semakin kuat. IMF bahkan sudah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2023 dari menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,9%. Secara riil, sudah ada 28 negara yang saat ini sedang mengajukan diri untuk meminta tolong kepada IMF.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengamini potensi 'kengerian' yang bakal terjadi. Terlebih, Presiden Joko Widodo juga sudah menyebutkan 28 negara yang masuk list minta bantuan ke IMF.

"Bandingkan pada saat krisis finansial di Asia, pasien IMF jauh lebih kecil dari itu," jelas Airlangga pada pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022, Jakarta, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga: Serba-Serbi Fraksi Partai Golkar DPR RI, Mulai Dari Raihan Suara Pemilu 2019 Sampai Jumlah Anggota Tiap Komisi

Untuk itu, ia menekankan agar masyarakat Indonesia berhati-hati dalam menghadapi the perfect storm atau tantangan 5C yaitu Covid-19 yang belum selesai, conflict Ukraina yang berkepanjangan, climate change atau perubahan iklim, commodity price yang melonjak, dan cost of living dampak dari inflasi.

Airlangga juga merinci, sebanyak 55 negara ekonominya melambat bahkan mengalami kontraksi seperti yang terjadi di Srilanka, Rusia, Ukraina dan beberapa negara lainnya. Amerika Serikat (AS) sudah naikkan suku bunganya 300 bps, Uni Eropa 125 bps.

Indonesia sudah meningkatkan juga 75 bps. Namun, inflasi Indonesia relatif moderat 5,95%, dibandingkan negara lain AS di atas 8%, Uni Eropa di atas 9%. Menurut Airlangga, ini bukti kerja sama baik antara sektor finansial dan moneter, termasuk pasar modal Indonesia," ungkap Airlangga.

Baca Juga: Komitmen Pada Keterbukaan Informasi Publik, Golkar Riau Terima Kunjungan Komisi Informasi

"AS sudah naikkan suku bunganya 300 bps, Uni Eropa 125 bps, Indonesia sudah meningkatkan juga 75 bps. Namun, inflasi Indonesia relatif moderat 5,95%, dibandingkan negara lain AS diatas 8%, Uni Eropa di atas 9%. Ini bukti kerja sama baik antara sektor finansial dan moneter, termasuk pasar modal Indonesia," ungkap Airlangga.

Pasar modal Indonesia, tambah Airlangga sudah berhasil mencatatkan prestasinya dengan baik saat ini. Di mana, net inflow ke pasar modal Indonesia mencapai Rp 70 triliun dalam sembilan bulan dan ada lebih dari 800 perusahaan tercatat di bursa. Hal ini menurutnya ada pencapaian bukan hanya otoritas namun ke depan akan jadi modal perekonomian. (sumber)

 

fokus berita : #Airlangga Hartarto