19 Oktober 2022

Setelah Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti Digosipkan Masuk Partai Golkar, Airlangga Effect?

Berita Golkar - Di usia 58 tahun Partai Golkar tampaknya masih menarik di mata para tokoh nasional. Buktinya, beberapa minggu ini ramai pemberitaan mengenai niatan Ridwan Kamil yang digosipkan akan masuk partai politik, dan Partai Golkar kelak akan menjadi pilihannya. Kini gosip itu perlahan meredup, tetapi bukan berarti tidak benar, hanya waktu yang bisa membuktikan nantinya.

Tidak berhenti sampai di situ, kali ini ada seorang lagi tokoh nasional yang digosipkan akan menjadi kader Partai Golkar. Tokoh nasional ini terkenal dengan gaya khasnya yang nyentrik dan prinsip yang tegas ketika ia mendapat amanah sebagai salah satu menteri di kabinet kerja era pemerintahan Jokowi-JK. Tokoh yang dimaksud adalah mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti.

Gosip atau isu mengenai keputusan Susi Pudjiastuti masuk Partai Golkar bukanlah isapan jempol semata. Ia tertangkap kamera sudah dua kali bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Pertama ketika Susi Pudjiastuti bersama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo bertemu Airlangga Hartarto pada 23 Agustus 2022 silam.

Baca Juga: Gde Sumarjaya Linggih Kagumi Ketertarikan Anak Muda Bali Pada Bisnis Ekspor

Pertemuan kedua digelar pada Rabu sore 18 Oktober 2022, kali ini Susi Pudjiastuti tampak datang menemui Airlangga Hartarto secara pribadi. Hal ini diketahui dari cuitan akun twitter Airlangga, @airlangga_hrt. Dalam cuitannya, Airlangga memuji sosok Susi Pudjiastuti sebagai figur yang menyenangkan sebagai sahabat dalam berdiskusi.

“Sore hari tadi, saya kedatangan sosok tamu istimewa, Ibu @susipudjiastuti, di Kantor Kemenko Perekonomian. Kalau ngobrol dengan Bu Susi, selalu seru, renyah dan penuh semangat,” begitu cuit akun @airlangga_hrt pada 18/10/2022.

Susi Pudjiastuti datang menemui Airlangga Hartarto untuk memperbincangkan berbagai hal, mulai dari isu geopolitik global, yang berdampak pada ketahanan pangan dan krisis energi, sampai paling menarik adalah pembicaraan keduanya mengenai kolaborasi untuk bersama-sama memajukan Indonesia.

Baca Juga: Elang Klaim Keberhasilan Pembangunan di Halmahera Tengah Adalah Karya Nyata Partai Golkar

Kolaborasi?

Susi Pudjiastuti bukanlah pemangku jabatan lagi di kabinet kerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf saat ini. Lalu melalui saluran apa keduanya bisa berkolaborasi? Apakah hubungan pribadi sebagai sesama tokoh bangsa bisa menempatkan keduanya dalam rel kolaborasi yang sama?

Dari sinilah wacana Susi Pudjiastuti dikabarkan semakin dekat untuk berjaket kuning. Terlalu dini memang untuk mewacanakan masuknya Susi Pudjiastuti ke Partai Golkar, tetapi tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia politik.

Bila kita ingat momentum sebelumnya, saat TGB Zainul Majdi memutuskan pindah partai dari Partai Demokrat ke Partai Golkar? Ia hanya dua kali bertemu dengan Airlangga Hartarto untuk memantapkan langkahnya lompat pagar berteduh di bawah rindangnya beringin.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Seluruh Pihak Ciptakan Pesta Demokrasi 2024 Penuh Sukacita, Bukan Dukacita

Selain itu, Airlangga Hartarto memang seorang pelobi yang ulung, politisi yang matang secara pengalaman, dan memiliki keunggulan karakter egaliter, hingga siapapun yang berbincang dengannya merasa memiliki kesamaan frekuensi. Tidak heran, Airlangga Hartarto berhasil membuat figur seperti TGB Zainul Majdi melangkah masuk ke Partai Golkar meskipun pada akhirnya memilih jalan lain.

Kembali pada Susi Pudjiastuti, menimbang karakternya yang berkehendak bebas, tidak terlalu taat pada aturan, memiliki ide dan gagasan yang cemerlang dan butuh tempat dimana semua formula tersebut cocok pada figurnya, Partai Golkar jelas menjadi pilihan terbaik jika ingin berkiprah.

Partai Golkar adalah partai tengah, partai moderat nan modern yang tidak memihak ideologi konservatif kanan dan ekstrim kiri. Jalan politik Partai Golkar yang selalu berada di tengah ini sangat cocok bagi figur-figur seperti Susi Pudjiastuti. Ia bisa mengembangkan ide dan gagasannya dengan bebas di Partai Golkar tanpa harus tunduk pada keluarga pemilik partai atau sekelompok kecil golongan yang merasa berhak atas jalan politik partai tersebut.

Baca Juga: Jalan Sehat HUT Ke-58 Partai Golkar di Cirebon Berhasil Tarik Perhatian Masyarakat Luas

Ketertarikan yang sama mungkin juga sedang mengguncang hati Ridwan Kamil. Baik Ridwan Kamil dan Susi Pudjiastuti memiliki kesamaan. Keduanya memiliki nama besar yang amat potensial. Di Partai Golkar, tidak ada pemilik mutlak arah perjalanan politik. Siapapun bisa mengkritik apapun, siapapun bisa memuji apapun, demokrasi menjadi pijakan dan spirit dari partai ini.

Baik Ridwan Kamil dan Susi Pudjiastuti pasti melihat hal ini sebagai peluang bagi keduanya. Jika masuk PDIP misalnya, mereka harus melangkahi klan Soekarno, jika masuk Gerindra, masih ada tembok tebal figur Prabowo Subianto, Partai Demokrat pun terpasang pagar hidup klan keluarga Yudhoyono. Hanya di Partai Golkar kesempatan itu ada.

Kesempatan itu makin besar menimbang bahwa Airlangga Hartarto adalah pemimpin yang bisa merangkul semua golongan, merekatkannya dan menjadikan soliditas sebagai potensi dalam pertarungan politik.

Jika benar Susi Pudjiastuti dan Ridwan Kamil masuk Partai Golkar, tentu keberadaan mereka tidak akan dimaknai sebagai kompetitor, melainkan sebagai kawan, sahabat, teman seperjuangan yang memiliki visi serupa, kembali mengibarkan panji-panji beringin di atas kejayaan. Semoga!

fokus berita : #Ridwan Kamil #Susi Pudjiastuti #Airlangga Hartarto